• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Karya Sastra Sastrawan Komunitas

.

Karya Sastra Sastrawan Komunitas

oleh : NasrulAzwar     

Pengarang : Korrie Layun Rampan
Kalau kita menengok ke masa lampau, para sastrawan
yang kemudian dikenal sebagai anggota Angkatan Balai Pustaka,
sebenarnya secara informal membentuk semacam komunitas sastra yang
secara langsung dibentuk oleh lingkungan Balai Pustaka.Namun dari anggota-anggota yang unggul, akan
tertinggal karya-karya kreatif yang inovatif dan berharga untuk bangsa
karena mampu mempertinggi harkat dan hakikat kemanusiaan.
Dalam catatan pokok-pokok pikiran ini hanya disinggung secara umum
karya beberapa sastrawan Jabotabek yang cukup produktif akhir-akhir
ini, khususnya mereka yang telah meninggalkan jejak di dalam penerbitan
yang baku, baik penerbitan secara tunggal maupun penerbitan secara
bersama-sama di dalam sebuah antologiDengan konsep sajak seperti itu, Radhar menempatkan
kata yang terpilih di dalam kesatuan sintaksis yang secara simultan
mendukung tema. Dengan pola penulisan seperti itu, sajak selalu
bersifat referensial, dan di dalam beberapa sajak dalam Kartu Nama
Putih ia memperlihatkan pola jurnalisme puitik yang mengekalkan
berbagai peristiwa faktual.Meskipun terasa sloganistik, sajaknya Belajar Membaca
merupakan wakil sajak-sajak jenis ini, memperlihatkan wajah kesusahan
yang mungkin akan menentukan momentum kehidupan buruk yang dialami
buruh dan keluarga buruh, seperti dinukilkannya dalam baris, "ibu adib
masak jendela," karena, "bulan depan bapak gajian batu."
Sementara itu, Oyos Saroso HN dan Shobir Poer banyak
menggali dunia mitos dan dunia kanak-kanak yang dinyatakan lewat imaji
parabel yang dibangun dalam wacana yang sahaja. Sebagaimana yang dilakukan Iwan Gunadi dalam esai-esai
apresiatif yang memperlihatkan besarnya perhatiannya pada dunia
pendidikan dan pengajaran. Sajak-sajaknya-juga
cerpen-pada dasarnya merekonstruksikan pengalaman didaktik yang diramu
dengan pengalaman empiris sehingga melahirkan berbagai peristiwa komis
yang dihubungkan dengan tokoh-tokoh tertentu di dalam masyarakat seni.Dalam berbagai pengucapannya kadang muncul model
aforisme Cina, haiku atau tanka dari Jepang, terutama dalam permainan
bunyi dan suara yang membawa bayangan angan ke dalam situasi yang liris. Akan tetapi di dalam sejumlah sajak dan cerpennya yang
diangkat dari tema kerumahtanggaan dan dunia kanak-kanak, ia hadir
secara meyakinkan, terutama kalau ditinjau dari pilihan temanya yang
memberi ruang pada berkembangnya individualitas.Ketika Matahari tak Tampak mungkin mewakili kepanikan
massal tentang gejala alam, sebenarnya, merupakan simbol dari mampat
dan mandeknya komunikasi massa dengan para penguasa rezim Orde Baru,
sehingga yang ada di depan mata rakyat hanya suatu suasana yang kelam
dan gulita!
Sajak-sajaknya yang paling akhir memperlihatkan
makrokosmos yang terbuka dengan meninggalkan romantisme yang
mengungkung individualitas. Dalam sejumlah
puisinya yang mengambil judul di luar negeri, memperlihatkan
pengalaman-pengalaman kemanusiaan yang dinyatakan dalam lirik naratif
yang jernih. Pengalaman-pengalaman luar diri
dan pengalaman-pengalaman dalam diri menyatu dalam pengucapan yang
liris, dengan kata dan bunyi yang bersahutan.Dengan bahasa yang jernih dan penalaran yang kaya,
novel ini memberi ruang kepada pembaca untuk melihat segi dan ragam
kehidupan secara lebih intim dan intens.
Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.