Dulu sewaktu para penyair bersikutat
dengan puisi gelap, tahun 1950-an ia menyeruak dengan puisi naratif yang menggunakan
bahasa Indonesia secara sederhana.
Sewaktu
teater kita mengalami masa kemandekan, ia yang melahirkan
teater, yang oleh Goenawan Mohamad disebut teater mini kata, beserta
konsep-konsep teater modern yang diwarisi sampai kini. Pernyataan ini tentulah diucapkan bukan lantaran
kebetulan ada Rendra hadir
dalam diskusi Menimbang Gerakan Kebudayaan
Rendra, Selasa (29/11) di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.
Penelitian Sapardi terhadap para penyair tahun 1950-an menunjukkan
bahwa Rendra termasuk salah satu penyair Jawa yang mampu berekspresi
menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, di tengah dominasi para
sastrawan asal Sumatera waktu itu.Tentulah bukan lantaran pencapaian
itu saja yang
menyebabkan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berinisiatif menyelenggarakan
semacam perayaan 70 Tahun Rendra pada 27-29 November 2005 di TIM. Kalimat pendek yang khas dan karena itu pantas dicatat
yang hampir selalu diucapkan para muridnya adalah, Mbak Ida tolong
dijaga Mas Willy.... Mbak Ida yang dimaksud
adalah istri Rendra, Ken Zuraida, yang kini mendampingi masa-masa
berumur Rendra di Desa Cipayung Jaya, Depok, Jawa Barat.
Lewat apa yang disebut puisi pamflet yang naratif, lelaki kelahiran
Solo, 7 November 1935, ini telah meneguhkan peran puisi pada komitmen
kemanusiaan. Karena menulis puisi buat saya itu yoga sastra dan
bermain drama itu yoga drama, itu ruang ibadah..., tutur Rendra di
sela-sela kerumunan para penggemarnya.
Komitmen pada kemanusiaan inilah yang membuat pementasan-pementasan
Bengkel Teater yang dipimpinnya
harus berhadapan dengan otoritas
kekuasaan. Tidak menyerah..., komentar Butet Kertaredjasa yang
mengaku tersihir saat menyaksikan Bengkel Teater pertama kali dalam
lakon Hamlet di Yogyakarta. Rendah hati
Kendati ditempatkan dalam posisi sentral, terutama di dalam sejarah
kesenian kontemporer Indonesia, Rendra tetap sosok yang rendah hati.Prestasi-prestasi tersebut bagi Rendra
tikungan-tikungan jalan yang harus dilalui untuk meraih apa yang
disebutnya sebagai komitmen kemanusiaan tadi. Sebagaimana dalam penggalan puisinya, //...Aku
mendengar suara/jerit hewan yang terluka/ada
orang memanah rembulan/ada
anak burung terjatuh dari sarangnya/orang-orang harus
dibangunkan/kesaksian harus diberikan/agar kehidupan bisa terjaga//.
Ringkasan lain tentang Orang-orang Harus Dibangunkan