• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Rendra

oleh : NasrulAzwar     

Pengarang : Syu'bah Asa
Pertama, apakah bagian awal milenium ketiga ini, di
Tanah Airnya yang dia cintai, menghadapkan kepadanya tantangan
dalam
volume dan intensitas yang setidak-tidaknya sama dengan yang
diterimanya di abad ke-20. Kalaupun di tahun 1970 ia berpindah ke agama Islam,
itu sebuah pemilihan-yang menunjukkan bahwa agama (agama apa pun yang
dipilih), bagi seniman yang lahir di tengah keluarga Katolik Solo pada
7 November 1935 ini, adalah penting dan memang seharusnya. dalam periode itulah ia menghasilkan Kasidah Barzanji,
sebuah kolase nyanyi-syair-gerak-warna yang belum pernah ada yang
seperti itu, yang religiusitasnya (dikatakan oleh seorang penonton dari
Perancis di Taman Ismail Marzuki, Jakarta) memancar-mancar ke luar dari
hanya bingkai sebuah agama tertentu.
Ini naskah Sophocles yang memberi kesempatan seniman
ini, antara lain dengan memanfaatkan topeng-topeng (kreasi Danarto)
dalam gaya purba, menghidupkan suasana keagamaan yang begitu mistis,
dan menarik dialog puitis yang bergetar dan penuh emosi antara para
dewa di langit dan manusia di Bumi ke atas panggung.
Dan juga bisa bayangan para sufi asketis (zahid),
dengan masjid model Nusantara yang kuno, dengan wirid mereka yang
menyebarkan suasana khusyuk setengah gaib, seperti yang dipancarkan
lewat Kasidah Barzanji. Begitulah sejak awal, sejak ia menulis sajak-sajak
percintaannya yang bagus dengan Sunarti yang kemudian menjadi istrinya,
dengan simbol-simbol agama Katolik seperti lonceng-lonceng gereja dan
malaikat-malaikat kecil yang bergelantungan di lidah-lidahnya. Tetapi tidak bagi Rendra, yang bisa dipastikan lebih
tersedot masuk ke dalam lakon ini oleh peluang yang diberikan kepadanya
sebagai seorang master untuk menguasai penonton dengan koor-koor
puitis, bloking-bloking agung, raungan-raungan yang mempertanyakan dan
menghujat para dewa, dibanding permasalahan takdirnya, kalaupun memang
ada permasalahan itu.Bedanya, bila Putu hidup akrab dengan kawan-kawan
gembelnya dan cekikikan bersama mereka, sementara Arifin menyanyikan
nasib para jelata dan nasib yang dihubungkannya dengan desain besar
kosmis, Rendra menggebrak untuk kepentingan orang-orang terlempar
itu-tidak kepada langit, atau hidup, melainkan kepada dunia, kepada
lingkungan yang nyata.tu merupakan pembalikan semua norma dan kaidah akhlak
yang benar di masa ketika sajak itu ditulis, yang dalam kenyataannya
memang merupakan nilai-nilai riil dalam masyarakat yang munafik, tidak
adil, dan bobrok.
Tidak bisa dikatakan bahwa yang kedua ini konsekuensi
dari yang pertama, karena baik pemberontakan dalam rangka membela
orang-orang yang tersingkirkan maupun yang dalam rangka melawan sistem
tiranik, kedua-duanya lahir dari ibu kandung yang pada Rendra tampak
sebagai semangat besar kebebasan manusia dan fairness, rasa keadilan
yang adalah kebenaran.Mastodon dan Burung Kondor, yang menggemparkan karena
keberaniannya memakai Gedung Olahraga Senayan, bercerita tentang
gajah-gajah raksasa yang menginjak-injak rakyat dan burung-burung
kebebasan, dengan tokoh pusat semacam resi atau rasul kehidupan
(dimainkan Rendra sendiri), yang berkhotbah di tengah situasi kelaliman
dan ketidaktentuan. Betapa pun, memang ada di dunia ini karya-karya yang
jelek, misalnya karena desakan moral berujung pada politik yang
"terlalu praktis", yang tetap saja terasa keluar dari seorang penyair
jenial. Toh sajak perlawanannya yang tergolong
terakhir, Orang-orang Rangkasbitung, yang juga menghadapi pelarangan
pembacaannya di TIM atau di tempat-tempat lain, bukan main menyentuh
dan bukan main mengugah.Tetapi bila budaya yang lengser itu makin sepenuhnya
digantikan spesialisasi, yang membuat semuanya terkotak-kotak dan
sibuk, terobosan yang mengatassegmen akan memerlukan suatu alasan luar
biasa untuk bisa, seperti yang sudah-sudah, memancarkan kiprah artistik
keluar dari sekadar bingkai kesenimanan.
Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.