MUNGKIN hanya terbawa rasa emosi, Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimika Andreas Anggaibak,
yang juga pendeklarasi pemekaran Provinsi Irian Jaya Tengah, sesumbar
bahwa masyarakat berkoteka mendukung pelaksanaan pemekaran Provinsi
Irian Jaya Tengah.SEBAGAI pintu keluar masyarakat pegunungan di Provinsi
Papua, Timika yang
menjadi ibu
kota Kabupaten Mimika menjadi pilihan
utama karena memang dapat berkembang dalam waktu yang
tidak lebih dari
sepuluh tahun. Bahkan, di Kota Timika, di mana ada berbagai jenis
manusia
dengan masing-masing latar belakangan sosial budayanya, dari
yang modern sampai tercanggih, masih
bisa didapati masyarakat yang
menggunakan koteka.Entah perubahan pola pakaian tersebut yang tidak cocok
apabila merujuk pada cuaca pegunungan yang dingin atau rumah masyarakat
yang berbentuk lingkaran dengan garis tengah 2 sampai 3 meter dengan
atap terbuat dari alang-alang dan tak berjendela.Sebab, dalam keterbatasan lahan yang
mereka miliki,
tetap saja mereka memiliki teknologi yang mungkin belum banyak
diketahui, yakni kemampuan mereka mencari serta menciptakan jenis ipere
(ubi jalar, bahasa Dani) terbaik.
Tentu dengan kondisi lahan tempat mereka hidup yang sulit karena berada
di bukit-bukit, di tebing-tebing yang terjal serta di lembah-lembah
yang selalu ditemani embun yang kadang akan berubah menjadi butiran es
di pagi hari, praktis tidak ada lagi cara bercocok tanam yang cocok
selain menanam ipere.Selain lokasinya di pegunungan yang tidak mungkin, di
pesisir dan pedalaman pun sulit untuk mencari lahan sawah potensial,
misalnya, yang bisa dijadikan tempat bercocok tanam.
Mereka segera tersisih ketika menjadi urban di
kota-kota besar Provinsi Papua, seperti di Timika, dan mencoba mengisi
lapangan pekerjaan yang ada. Akan tetapi kalau mau melihat putra daerah yang menjadi penumpangnya, itu bisa ditemui di berbagai penjuru Kota Timika.
pa yang dilakukan selama ini sudah benar, atau masih
ingin melantunkan lagu lama, menciptakan konflik horizontal seperti
yang terjadi di Timika yang baru lalu. Sebaliknya orang Papua juga harus mengerti dan jangan mau diadu domba
Apa pun pilihannya, yang pasti semua lagu yang dinyanyikan Jakarta pasti segera terdengar oleh dunia, merdu atau sumbang.
Ringkasan lain tentang Koteka dan Kegagalan Transformasi Struktural