Akhir Agustus itu, hujan mengguyur
kota yang juga
sering disebut "Ibu kota kedua" Rusia dan merupakan satu
dari kota-kota
paling indah di dunia.
Dalam suasana mendung dan hujan,
st Petersburg tetap indah.
Dari stasiun sudah mulai tampak toko-toko modern, walaupun sesungguhnya
yang menjadi ciri khas kota di bawah langit utara
ini adalah bulevar
lebar
dengan pepohonan yang berbaris rapi di tepi-tepinya, juga
lapangan umum berukuran raksasa, istana-istana dengan ornamen indah,
kubah-kubah katedral berkilau, serta jembatan-jembatan anggun.
Inilah satu dari sedikit kota yang dibangun dari keinginan satu orang saja.
Yang lebih hebat lagi, pendirinya - Tsar Peter I-bukan saja memilih
lokasi secara pribadi, tetapi juga menggambar rencana kota dan memimpin
konstruksi kota baru ini.Kini, St Petersburg yang dibangun di wilayah yang di
masa lalu diperebutkan dengan sengit antara bangsa Rusia dan Swedia
itu, sering dijuluki "Keajaiban di Atas Sungai Neva".
Selama perang saudara yang pecah menyusul revolusi,
Petrograd menjadi kota yang tidak aman, dan Pemerintahan Lenin pun
pindah ke Moskwa. Tetapi karena ikut terimbas kekalutan politik dan
ekonomi, St Petersburg hari ini dipandang belum bisa menyamai
kegemilangan yang pernah dimilikinya di masa kekaisaran Rusia.Bisa juga mengunjungi Teater Maryinsky yang menyimpan jejak perkembangan balet Rusia yang telah tersohor di seluruh dunia.Perwira Rusia terpelajar yang ikut dalam ekspedisi
hingga dekat Paris mendapat ide tentang Eropa sebagaimana mereka baca
lewat karya Karamzin-Surat-surat Seorang Pengelana Rusia, dan dengan
itu berkembang wawasan tentang cita-cita kemanusiaan, pendidikan, dan
kebebasan.Untunglah, meski hidup dalam suasana seperti itu,
antara 1825 dan 1831, Pushkin dapat menghasilkan delapan novel, seperti
Eugene Onyegin, yang dengan hidup melukiskan kehidupan dan perilaku
kontemporer di ibu kota dan di daerah pedalaman.Namun dari seluruh novelis besar Rusia, tak ada satu
pun yang begitu dengan akrab diidentifikasikan dengan Petersburg
sebagaimana Fyodor Dostoyevsky, yang menguraikan dengan intim kota yang
ia tinggali.
Tetapi, seperti telah sekilas disinggung di atas, yang bisa muncul dari
ingatan terhadap kota ini masih banyak lainnya, karena memang sangat
banyaklah buah karya cipta yang lahir di sini.Dari kapal perang Aurora yang juga mengetengahkan
pencapaian teknologi dan kejayaan Rusia di lautan, perjalanan menyusuri
kota ini semakin menarik.
Apalagi dari satu titik di sungai legendaris itu, telah disiapkan sebuah perahu motor untuk menikmati udara senja Petersburg.
Semilir angin yang makin sejuk itu sendiri jadi kurang terasa, ketika
tiga dari "Sejuta Bidadari"-sebutan lain kota St Petersburg - dengan
ramah menemani, dan dengan hangat mengisahkan hidup keseharian mereka.
Ringkasan lain tentang St Petersburg, Petrograd atau Leningrad, Sama Indahnya