HAL yang menarik dari
ilmu jaringan adalah ia mempelajari hal-hal yang terjadi di seputar
kita.
Masalah ini kita sebut sebagai masalah agregasi yang merupakan salah satu masalah paling besar dan mendasar dalam seluruh ilmu. Tapi bagi kita yang memilikinya tentu otak lebih dari
itu, ia juga memiliki kesadaran, ingatan, kepribadian yang tidak bisa
dijelaskan jika kita menganggap otak hanya sebagai kumpulan sel saraf.Di skala yang lebih besar lagi kita temukan ilmu
ekonomi dan sosiologi yang tidak dapat dijelaskan hanya dari
pengetahuan psikologis, biologis, apalagi fisika.
Sampai akhir abad lalu, banyak ilmuwan kurang memperhatikan masalah agregasi ini kecuali para sosiolog.
Hampir seluruh masalah di sosiologi adalah masalah agregasi: bagaimana
aktivitas sekolompok individu dapat menimbulkan efek sosial yang
diamati. Beberapa tahun yang lalu para insinyur listrik di
Inggris bingung karena adanya lonjakan pemakaian listrik tiba-tiba
secara bersamaan di seluruh Inggris. Pola interaksi inilah yang bisa menimbulkan kompleksitas yang hampir tak terhingga.
Sekarang kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk memahami dinamika
kolektif, pengetahuan tentang interaksi antarindividu sangat penting. Kumpulan individu yang sama dapat menimbulkan efek yang berbeda jika interaksinya berbeda. Pertengkaran antara dua
orang yang berbeda agama dapat membuat konflik religius tapi juga dapat berhenti di dua orang itu saja. Tetapi para ilmuwan mulai menguak mencari jawaban
menggunakan hasil penelitian bertahun-tahun di dua bidang yang sepintas
tidak berhubungan: Fisika dan Sosiologi. Dari sintesa kedua bidang inilah muncul ilmu baru yang dinamakan ilmu jaringan (networks science).
Jaringan dan fenomena dunia kecil
Ketika berbicara mengenai jarak, biasanya yang dimaksud adalah jarak yang memisahkan tempat atau benda di ruang fisik. Di lain pihak, sosiolog telah lama mengemukakan konsep
jarak di luar ruang fisik, yaitu jarak di ruang sosial yang dinamakan
jarak sosial. Dalam ilmu jaringan yang baru, selain struktur statis juga dipelajari dinamika dalam jaringan.
Satu contoh menarik yang menggambarkan pentingnya ruang jaringan
berasal dari pengalaman ketika kita bertemu
dengan orang yang tidak
kita kenal.
Setelah berkenalan dan berbincang-bincang beberapa saat, terkadang kita
menemukan bahwa kita dengan orang yang baru kita kenal tersebut
ternyata sama-sama mengenal seorang teman yang sama.Milgram melakukan eksperimen yang inovatif untuk meneliti jaringan sosial. Dalam eksperimen ini terdapat dua kelompok peserta yang dinamakan
pengirim dan ’target’. Dengan bekal informasi ini, setiap pengirim berusaha
menyampaikan surat kepada target dengan satu syarat: surat hanya boleh
dikirimkan ke orang yang dikenal oleh si pengirim.Jadi kelompok pengirim juga terbagi dua, yaitu kelompok
pengirim pertama dan kelompok pengirim lainnya yang menerima pesan dari
pengirim sebelumnya dalam suatu rantai pesan.
Kelompok pengirim pertama akan mengirimkan surat tersebut ke orang yang
mereka kenal yang akan membuat surat itu mendekati target. Orang yang menerima surat selanjutnya menerima instruksi yang sama sehingga terbentuklah surat berantai menuju si target.Untuk membuat keputusan dalam memilih restoran,
memilih film apa yang akan ditonton, atau memilih model telepon genggam
apa yang mau dibeli, kita sering memperhatikan nasihat atau tindakan
teman-teman kita. Apakah kita berhadapan dengan individu dengan masalah
sehari-hari atau dengan perusahaan raksasa yang yang perlu mengatasi
sebuah krisis, jaringan sosial berperan penting.
Ringkasan lain tentang Ilmu Jaringan: Ketika Fisika dan Sosiologi Bertemu