Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > CCI Kapan Berdiri?

.

CCI Kapan Berdiri?

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : SONI FARID MAULANA
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 44  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 08, 2007
DI luar negeri, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan seni tradisi.
Orang asing banyak berkunjung ke Bali bukan semata-mata keindahan
alamnya yang mereka nikmati, tetap sedekat-dekatnya bisa mengapresiasi
berbagai karya seni tradisi yang tumbuh di pulau itu, entah itu
berkaitan dengan seni tari, teater, seni rupa, maupun hal-hal lainnya
yang erat kaitannya dengan upacara-upacara ritual agama yang tidak
lepas dari sentuhan karya seni.
Di dalam teater, menurut sejumlah pakar, lahirnya seni peran yang
dikembangkan oleh teaterawan Antonin Arthaud di Eropa pada awal
abad-20, ternyata tidak lepas dari pengaruh Tari Kecak yang pernah
dilihatnya di Bali, selain dipengaruhi oleh beberapa karya seni
tradisional lainnya yang tumbuh dan berkembang di kawasan negara-negara
di benua Asia.Jika CCI (Pusat Kebudayaan Indonesia) yang kita
impikan selama ini bisa berdiri di luar negeri, maka bukan hanya bahasa
dan sastra Indonesia saja yang bisa dipelajari oleh orang asing di situ.
Di tempat semacam itu orang asing bisa juga mengapresiasi sejumlah
karya seni pertunjukan yang digelar oleh para seniman Indonesia, yang
menunjukkan bahwa bangsa dan negara ini memang kaya dengan karya seni,
baik yang tradisional maupun yang kontemporer. Sementara itu, mari kita bertanya, upaya apakah yang
telah dijalankan oleh pemerintah Indonesia dalam bidang semacam itu di
luar negeri? Di pusat-pusat kebudayaan asing yang ada di negeri
ini, tak jarang anak-anak bangsa dan negara ini, selain mempelajari
bahasa mereka, juga membaca karya-karya sastra mereka dalam bahasa
aslinya.Yang dimaksud dalam tulisan ini bukan karya sastra
yang dipelajari di ruang-ruang kuliah yang ada jurusan sastra dan
bahasa Indonesia di negeri-negeri tersebut, seperti di Belanda,
Prancis, dan Jerman.Untuk itu, tak aneh kalau bangsa dan negara ini, dalam
penilaian sementara orang ada yang mengatakan sangat bergantung pada
konsepsi negara-negara asing, yang tidak hanya berporos pada persoalan
politik dan ekonomi semata-mata, tetapi pada karya seni demikian
adanya, entah dalam bidang film, musik, hingga seni rupa.
Bahkan bukan hanya itu, pokok-pokok pikiran filsafat yang berkembang di
Barat itu, dengan cepat bisa menjadi mode berpikir di negeri ini, yang
dengan cepat itu pula bisa menghilang, seakan tanpa jejak.

Ringkasan lain tentang CCI Kapan Berdiri?
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------