Berbicara tentang
rudal permukaan ke udara
(surface-to-air missile/SAM) sesungguhnya orang berbicara tentang satu
riwayat yang gemilang antara tahun 1960 dan 1990. Desain baru lamban muncul, sementara sasaran yang
dituju
oleh persenjataan ini—dalam hal
ini pesawat
atau helikopter—semakin mampu menghadapi tantangan SAM, membuat pembuat SAM
harus lebih canggih lagi mengembangkan
sistem penangkal
(counter-counter measures) untuk menanggapinya. Apa pun sistem pemandu atau pengarah rudal, juga apa
pun sistem penghunjam (terminal homing), selalu ada radar atau sasaran
palsu (decoy) yang bisa digunakan untuk membingungkan atau mengacaukan
arah rudal.Setelah era SAM-75 buatan Rusia yang dimulai sejak
tahun 1960-an berakhir tahun 1984, TNI AU kini hanya punya rudal QW-3
buatan China yang bisa diluncurkan
dari kendaraan darat atau kapal dan
bisa dikembangkan untuk peluncuran dari helikopter.
dalam kelompok senjata antipesawat ini, satu tipe yang
sebelum ini banyak menjadi andalan adalah Rapier yang semula dibuat
oleh British Aerospace (BAe), walaupun Indonesia—dalam hal ini TNI
AD—juga mengoperasikan RBS-70 buatan Swedia.
Rapier
Dari riwayatnya, rudal yang dikembangkan oleh Angkatan Darat dan Udara
Inggris pada dekade 1960-an melalui Proyek ET.316 ini dimaksudkan untuk
menembak pesawat jet supersonik dengan kemampuan manuver tinggi yang
terbang rendah.Dari Rapier ke Grom
Seperti dipaparkan TNI AD dalam seminar sehari mengenai SAM yang
diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang)
Departemen Pertahanan RI bekerja sama dengan Werner & Associates di
Jakarta pada 26 Juli 2006, Rapier yang dimasukkan dalam jajaran
Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) sudah dipensiunkan.Ancaman yang makin canggih ini antara lain mewujud
pada pesawat yang semakin sulit dideteksi karena memanfaatkan teknologi
stealth (tidak kasat radar), atau menggunakan wahana tanpa awak
(unmanned aerial vehicles) yang harganya relatif lebih murah
dibandingkan dengan jet tempur modern.Di antara elemennya sistem rudal, tetapi lainnya masih
banyak, seperti jaringan radar dan sistem komando yang ditopang oleh
sistem ICT (teknologi informasi dan komunikasi) yang andal.
Ringkasan lain tentang Perjalanan dari Rapier ke Grom