Kalau kita mencermati rak-rak
buku sastra di toko-toko
buku besar, pasti akan menemukan buku-buku sastra bersampul indah,
seperti Kota yang Bernama dan Tak Bernama (buku cerpen), Bisikan Kata
Teriakan Kota (buku puisi), Sastra Kota (kumpulan makalah diskusi), dan
Leksikon Sastra Jabotabek. Masih ada tujuh buku baru antologi sastra yang lahir
dari DKJ tahun ini, yakni buku-buku untuk acara Cakrawala Sastra
Indonesia 2004 yang
diterbitkan oleh Logung Pustaka dan Akar Indonesia. Di luar karya-karya yang diterbitkan oleh penerbit
komersial dan dilempar ke publik sastra itu, banyak juga buku-buku yang
diterbitkan secara terbatas oleh DKJ sendiri untuk kepentingan suatu
acara. Di antara ribuan buku koleksi DKJ, baik yang
diterbitkan sendiri maupun yang dikerjasamakan, antara lain kita dapat
menemukan buku Darah Biru Kaki Empat (kumpulan
puisi bersama), Delapan
Penyair Baca Puisi, Temu Penyair Indonesia 1987, Jakarta dalam Puisi
Indonesia, Dialog Penyair Indonesia, Mimbar Penyair Abad 21 (kerja sama
dengan Balai Pustaka), Puisi Tiga Penyair Bandung, Pembacaan Sajak Tiga
Penyair Yogyakarta, dan Sajak-sajak Tiga Penyair Lampung. Yang masih dalam daftar terbitan DKJ, misalnya, buku
Sihir Rendra, Sebelum Benteng dan Tirani, Awal Kepenyairan Taufik
Ismail, Kebebasan Pembangunan dan Pilihan, Pokok-pokok Pikiran Arif
Budiman, dan Budaya Jawa.
Karena lengkapnya koleksi buku dan naskah sastra di pusat dokumentasi
DKJ itu, setiap harinya banyak peminat sastra atau mahasiswa yang
mencari data dan referensi di pusat dokumentasi DKJ, baik untuk
kepentingan menyusun makalah, tesis maupun skripsi. Karena, di antara kegiatan-kegiatan itu ada yang
dianggap sebagai tonggak perkembangan sastra Indonesia, seperti
misalnya Temu Penyair Indonesia 1987 yang diprakarsai Abdul Hadi WM,
yang melahirkan sejumlah penyair ternama.
Beberapa novel penting yang lahir dari sayembara DKJ, seperti Upacara
karya Korrie Layun Rampan, Saman karya Ayu Utami, dan Telegram karya
Putu Wijaya, juga sempat ikut mengukir sejarah sastra Indonesia.
Naskah-naskah penting lain yang tersimpan di pusat dokumentasi DKJ
adalah teks-teks orasi budaya berkaitan dengan HUT PKJ TIM (November)
dan orasi budaya dari tokoh-tokoh penerima penghargaan dari DKJ,
seperti Mochtar Lubis ketika menerima Penghargaan Sastra Chairul Anwar
tahun 1992, dan Sutardji ketika menerima penghargaan serupa pada tahun
1998.
Ringkasan lain tentang Buku-buku Seni dari Ranjang DKJ