Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Saatnya Media Memboikot Teroris

.

Saatnya Media Memboikot Teroris

Pengarang : T Yulianti
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 60  kata: 300   Diterbitkan di: Oktober 08, 2007
Media massa membuat tugas teroris untuk meneror
menjadi terlalu mudah dengan cara menyebarluaskan kekerasan dan menebar
ketakutan. eroris membutuhkan media massa untuk menyampaikan
pesan dan tuntutannya, media massa memerlukan teroris untuk keperluan
beritanya.

Wajah Amrozi dan Imam Samudera menghias layar kaca dan
halaman koran tiap hari, termasuk kesaksian, pembelaan, dan aneka
bantahan yang dikemukakan tersangka teroris itu.

Ini agak mengherankan, karena persidangan kasus teroris di negara lain tidak seterbuka seperti di Tanah Air.
Pidato dan gambar Osama bin Laden di media Amerika Serikat tidak begitu
saja bisa disiarkan, karena siapa tahu di balik ucapan dan gerak-gerik
wajahnya ada kode-kode khusus yang hanya bisa dipahami para pengikutnya. Terorisme adalah panggung teater yang selalu menjadi pusat sorotan dan pemberitaan media. Dengan keberhasilan meledakkan bom di Bandara
Soekarno-Hatta, Gedung MPR/ DPR, Markas Kepolisian, Mal Cijantung, dan
tempat-tempat strategis lain, lewat publikasi media teroris sebenarnya
telah menyampaikan pesan yang jelas bahwa tidak ada lagi tempat yang
aman di Jakarta, bahkan di Indonesia. Untuk mencegahnya, ada yang mengusulkan pers dan media massa memboikot dengan tidak memberitakan kekerasan teroris. Barangkali sudah saatnya media mengurangi ekspos
tentang terorisme dan tidak terlibat dalam melakukan interpretasi apa
pun, misalnya terhadap kasus peledakan bom di Hotel JW Marriott.

Ringkasan lain tentang Saatnya Media Memboikot Teroris
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------