Apalagi, Jamal yang memegang kemudi kendaraan, belum
tahu ja- lan menuju Wadi Araba, daerah di mana
Kota Petra yang didiami
suku Nabatean berada.
Menjelang tengah hari, kami memasuki daerah Wadi Araba.
Suasana hati pun mulai berubah, begitu melihat puluhan hotel bertaraf
internasional, seperti Movenpick atau Marriot, berjejer di bibir-bibir
bukit di kota kecil itu.Namun, baru lima menit berjalan, di sebelah kiri atas
jalan berdiri sebuah
bangunan, Obelisk Tomb (makam Obelisk) yang
berdiri di atas Bab Al Siq (
pintu Siq). Bangunan ini dibangun
pada abad pertama Masehi.
Sesudah pintu Al Siq itu, puluhan bukit dan batu membentuk pola bangunan yang khas.
ada lubang kecil pada setiap bukit, dan di depannya ada sebongkah batu besar yang seolah melindungi pintu itu.
Empat buah tiang besar berdiri tegak di kiri kanan
pintu masuk, yang di atasnya terdapat lekuk-lekuk sederhana yang
diselingi garis lurus.
Kekaguman pada bangunan yang dibangun suku Nabatean tak akan berhenti,
meski jalanan di antara puluhan bukit yang membentuk sebuah kota itu
berdebu.
Keluar
dari jalan "bukit dibelah" lebih banyak lagi bangunan yang
membuat orang seperti melihat keperkasaan Hercules mengangkat benda
yang sangat berat.Sekitar 1.500 meter dari gapura, terlihat sebuah bukit yang dibangun mirip teater modern. Di tepi jalan ada semacam panggung yang rata. Di kiri kanannya terdapat beberapa ruangan dengan pintu kecil, yang biasa digunakan untuk para aktor berdandan.Warung Abu Rizqi menempati sebuah bukit yang digali
dan dikeruk hingga jadi ruangan yang luasnya cukup menampung hingga 20
pengunjung.Petra baru dikenal luas di Eropa oleh David Robert (Skotlandia) yang mengunjungi Petra pada Maret 1839. Robert menemukan Petra setelah lebih lima bulan mengelilingi Timur Tengah, termasuk Lembah Sungai Nil di Mesir.
Memang, tidak ada kesan, kekaguman, dan impresi abadi yang bisa dibawa dari Petra.
Tetapi, kota kuno ini lebih dari sekadar tempat bersejarah yang sangat
layak dikunjungi, melainkan setiap pengunjung akan mendapat gambaran
dan pengalaman bagaimana hidup dan kehidupan di masa lalu.
Ringkasan lain tentang Petra, Kota Gunung Diukir