Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Puisi Perancis-Indonesia (1): Musset & Musset Sang Penyair

Puisi Perancis-Indonesia (1): Musset & Musset Sang Penyair

oleh: akibr     Pengarang : A.Kohar Ibrahim
ª
 
Musset & Musset Sang Penyair (Puisi Perancis-Indonesia) Bloknota oleh : A.Kohar Ibrahim BUKAN tak jarang orang dikisruhkan oleh nama-nama penyair serupa tapi beda seperti Musset dan Musset sang penyair yang menggores lembaran sejarah perpuisian Perancis. Terutama sekali bagi para pemula dalam mempelajari bahasa dan sastra bahasa Moliere itu. Lantaran dalam kenyataannya memang ada dua penyair Musset. Yang pertama hidup dalam pertengah Abad XIII adalah Colin Musset, terkenal sebagai penyair « vagabond » dengan muatan utama kreasi puisi terinspirasikan cintakasih. Sedangkan yang kedua, Alfred de Musset (1810-1857) – yang terkenal sebagai penyair kaum muda sepanjang masa. Dengan kreasi puisi cintakasihnya yang romantis, nyanyian suka-duka serta ironika manusia. Yang terungkap-angkat-kan juga dalam karya-karya sandiwara bersajaknya, seperti « Des Contes d’Espagne et d’Italie » atau « Dongeng-dongeng dari Spanyol dan Itali » (1829). Sedangkan di antara kreasi puisinya, selain yang panjang berjudul « Le Saul », juga sajak pendeknya «Tristesse » turut mengangkat namanya tersohor. Sebagai berikut : TRISTESSE J’ai perdu ma force et ma vie, Et mes amis et ma gaîté ; Qui faisait croire à mon génie. Quand j’ai connu la Vérité, J’ai cru que c’était une amie ; Quand je l’ai comprise et sentie, J’en étais déjà dégoûté. Et pourtant elle est éternelle Et ceux qui se sont passés d’elle Ici-bas ont tout ignoré. Dieu parle, il faut qu’on lui répondre. Le seul bien qui me reste au monde Est d’avoir quelquefois pleuré. * KESEDIHAN Ku kehilangan tenaga dan jiwa ku, Dan teman-teman ku juga gairah-ceria ku; Mereka yang percaya akan kejeniusan ku. Manakala ku tahu kebenaran hakiki, Ku kira dia lah teman-perempuan ku; Begitu ku ketahui dan mengenalnya, Aku sudah merasa jenuh-jera. Meski pun demikian dia abadi Dan mereka yang telah berurusan dengannya Di kolong langit ini semua tanpa peduli. Tuhan bersabda, mestinya orang menyambutNya. Satu-satunya milik ku yang tersisa di dunia ini Iyalah kadang kala bisa mengalirkan air mata. * Versi Indonesia karya terjemahan oleh A.Kohar Ibrahim dari bahasa Perancis : « La Tristesse » in «Le Livre d’Or de la Poésie français », Pierre Seghers, Marabout Université. *** (Akibr)
Diterbitkan di: 06 Oktober, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya ingin belajar puisi prancis tp bagaimana caranyaa Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.