Tumbangnya Orde Lama
serta pergeseran penokohan dalam
sebuah pentas
teater merupakan beberapa penyebab tergesernya teater
realis dari panggung. Demikian salah satu butir pemikiran pengamat teater
Indra Tranggono yang disampaikan dalam pembukaan Pameran Jejak Realisme
Indonesia, yang diselenggarakan Pustaka Teater Garasi, pekan lalu di
Teater Garasi.Keberadaan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) di
Jakarta pertengahan tahun 1950-an ikut memperkokoh keberadaan teater
realis.Indra mencatat sejumlah
kelompok juga memunculkan
teater realis di Yogyakarta,
seperti Asdrafi (Akademi Seni Drama dan
Film Indonesia) yang dimotori oleh Sri Murtono, Kelompok UGM
dengan Umar Kayam sebagai penggeraknya, Teater Indonesia dengan Kirjomulyo dan
Iman Soetrisno, serta Teater Muslim-nya Mohammad Diponegoro.
Seniman teater yang lahir dari teater realis banyak yang mempunyai nama
besar, seperti Teguh Karya, Koesno Soejarwadi, Arifin C Noer, dan
Maroeli Sitompoel.
Ringkasan lain tentang Terjadi Perubahan Konsep, Teater Realis Tidak Lagi Dominan