Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Ruang dan Sensibilitas Teater

.

Ruang dan Sensibilitas Teater

Pengarang : Yudi Ahmad Tajudin
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 158  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 05, 2007
Tetapi, sayang, diskusi-diskusi dalam forum itu, juga
dalam forum-forum teater lain di Indonesia, tidak terlalu berhasil dan
jarang melihat "ruang" sebagai sebuah pokok yang signifikan, yang
menjadi simpul persilangan teater dengan teks-teks lain di luar dirinya. Juga kata scene yang sering kita terjemahkan menjadi
"adegan", diturunkan dari kata Yunani skAnA yang merujuk pada sebuah
ruang tempat para aktor drama Yunani tua di kisaran abad ke-5 SM
berganti kostum untuk masuk ke peran dan adegan yang lain.Selain itu, realisme, yang awalnya lahir dari
kegelisahan dan kritisisme atas tata sosial aristokrasi gereja dan
borjuasi bangsawan yang menyembunyikan borok dan manipulasi, dipandang
telah berkembang ke dalam tata yang mapan yang menyembunyikan borok dan
manipulasi yang lain. Juga pada ruang dan
dramaturginya yang telah jadi rutin, dengan kegairahan pada mimesis
berlebihan dan konvensi-konvensi panggung, yang seturut Antonin Artaud
tak lagi menerbitkan denyar yang purba. Ruang
dan dramaturgi yang dianggap mengondisikan penonton melulu sebagai
pengunyah yang tak awas atas realitas mimetik yang direpresentasikannya
di atas panggung.

Sebagaimana kritik keras yang disampaikan Rustom
Bharucha, terutama perihal perimbangan kuasa dalam proyek
interkultural, seperti yang diberlangsungkan Peter Brook dan
proyek-proyek semacam yang mulai marak sejak saat itu.Jika tempat yang saya bangun itu dirasa tidak
mewujudkan konsepsi ruang yang saya bayangkan-atau jika kemudian saya
tidak lagi mencintai dan dicintai keluarga saya-rumah menjadi terasa
seperti "neraka", yang notabene merupakan konsepsi dan sebentuk
imajinasi yang lain.Dengan cara yang sama, saya kira kita bisa melihat
dunia sosial sebagai dunia yang, sebagaimana rumah, diorganisasi secara
spasial (keruangan) menjadi berbagai tempat yang dipakai untuk
aktivitas-aktivitas sosial yang berbeda-beda: tempat kerja, tempat
bersenang-senang, tempat untuk tidur, tempat makan, tempat belanja,
tempat untuk melintasi dan mendatangi tempat yang berbeda-beda
tersebut, dan seterusnya. Dan, sebagaimana di
dalam rumah, masing-masing tempat dalam ruang sosial ini memiliki
aturan main dan hukum tertentu, yang meskipun tidak tertulis, tetapi
punya kemampuan menyeleksi dan mengevaluasi perilaku orang-orang yang
mendiaminya.

Di samping itu, pembacaan kembali itu juga memberi
saya rujukan yang membantu cerapan dan apresiasi saya atas beberapa
karya pertunjukan semacam Mystical Machine dan Whole karya sekelompok
anak muda dengan basis disiplin yang berbeda, visual art dan teater,
yang menamakan dirinya Geber Modus Operandi (2000-2001).
Juga Sex, Drugs and Rock and Roll yang dibuat Teater Stock Jakarta
(2001) untuk menyebut beberapa fenomena pertunjukan teater dengan
sensibilitas teater yang "segar", yang muncul sejak paruh akhir tahun
1990-an sampai sekarang.

Ringkasan lain tentang Ruang dan Sensibilitas Teater
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------