Setelah ditunggu lama oleh penulisnya, akhirnya
beredar juga
buku berjudul Mengenal
Teater Tradisional di Indonesia
karya A Kasim Achmad pada bulan Februari 2007.
Buku terbitan Dewan Kesenian Jakarta ini disusun oleh penulisnya
berdasarkan catatannya ketika mengadakan seminar, lokakarya, atau
diskusi
tentang teater tradisional selama lebih
dari sepuluh tahun saat
ia bertugas
sebagai Kepala Subdirektorat Seni Teater Direktorat
Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Nasional.Sebagai dosen di sana, ia menggunakan bahan-bahan
dalam bukunya untuk mengajar dalam mata kuliah Pengantar Dramaturgi,
Teater Tradisional di Indonesia dan Teater Timur.
Buku setebal 174 halaman ini terbagi ke dalam lima bagian, yakni
"Pendahuluan", "Asal Mula Teater Tradisional", "Wayang sebagai Teater
Tutur dengan Peragaan, Ciri, Fungsi", "Penyajian Pementasan Teater
Tradisional", dan terakhir "Teater Tradisional dari Berbagai Daerah".Kurangnya pengenalan masyarakat terhadap kekayaan dan
keragaman teater tradisional di Indonesia, serta kurangnya buku-buku
tentang keragaman teater tradisional, kata Kasim, mendorongnya untuk
mengumpulkan tulisan-tulisannya tentang teater tradisional dari
berbagai daerah.Untuk itu, ia merujuk pada pemikiran yang dilontarkan
oleh seorang aktris teater dan film terkenal, almarhumah Tuti Indra
Malaon, sekitar 21 tahun lalu sebagai berikut:
"Tetapi yang barangkali justru lebih berat adalah bagaimana kita dan
menggunakan unsur-unsur tradisional dari lingkungan kebudayaan sendiri
dan mengungkapkan kembali ke dalam bentuk yang membersitkan kehidupan
masa kini yang kompleks melalui idiom-idiom yang mampu mengungkapkan
pengalaman itu (Menengok Tradisi Sebuah Alternatif bagi Teater Modern,
1985).Sebab, bisa diperkirakan bahwa belum semua bahan
informasi tentang teater tradisional sudah dicurahkan oleh penulisnya
ke dalam buku Mengenal Teater Tradisional di Indonesia ini.
Dalam biografi penulis antara lain tercatat bahwa Kasim Achmad
berpengalaman membuat film dokumentasi teater tradisional di berbagai
daerah, di antaranya adalah randai, mamanda, makyong, dulmuluk,
longser, topeng dalang, arja, sejarah lahirnya ketoprak, teater tutur,
kentrung, dan dalang jemblung.
Ringkasan lain tentang Mengantar ke Jagat Teater Tradisional