"Program Minyak untuk Pangan" (oil for food) ditengarai penuh dengan tipu muslihat. Program yang dicanangkan oleh PBB (United
Nation Organizations) diduga tak lebih dari sebuah upaya legitimasi atas pendudukan Amerika Serikat terhadap Irak. Demikian menurut penilaian Mohammad Al-Dauri Duta Besar Irak untuk PBB. Mereka (Amerika Serikat), kata Al-Dauri, berusaha menguasai semua ladang minyak Irak.Irak memang dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia.
Cadangan minyak yang dimiliki Irak setara dengan 11 persen cadangan minyak dunia. Dengan angka tersebut, Irak merupakan pemilik cadangan minyak terbesar kedua di dunia setelah Arab Saudi.Dalam artikel pendek yang ditulis oleh Tim Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) ini, dikupas pula bagaimana keterlibatan
perusahaan-perusahaan minyak raksasa asal Amerika Serikat dalam tender pembangunan kembali Irak. Di sisi lain, banyak perusahaan pertambangan minyak raksasa asal Amerika Serikat telah bersiap menancapkan bornya di ladang-ladang minyak Irak.