Spirit Solidaritas Dalam Ranah Kebudayaan
Summary rating: 4 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
93
kata:
600
Diterbitkan di: September 23, 2007
Dari
tanggal 21 Agustus hingga 1 September 2007 ini saja, setidaknya ada 14
naskah yang dimainkan oleh 15 kelompok teater dalam rangkaian Festival
Teater Sumbar 2007 di Gedung Teater Taman Budaya Sumatera Barat. Tiga
belas di antaranya adalah kelompok teater yang ada di provinsi ini:
Satu kelompok (Teater Dayung Dayung) mementaskan “Tribute to A. Alin
De” Drama Penghabisan naskah/sutradara karya A. Alin De—Almarhum
meninggal dunia tiga hari sebelum garapannya dipentaskan—dua belas
lainnya adalah peserta festival. Dua kelompok lagi adalah guest-star
exhibition (parami alek), satu dari Batam dengan Teater Rumahitam yang
mengusung lakon Adegan-adegan yang Tak Selesai di Rumahitam, dan
satunya lagi dari Jakarta, Teater Keliling dengan Komidi Don Juan.
Berhentilah sebentar membicarakan kualitas pementasan, karena ada dewan
juri yang berwenang untuk itu. Ada Wisran Hadi di sana, ada Dindon, dan
ada Rudolf Puspa dari Jakarta. Lantas apa yang menarik dari festival
yang memperebutkan total hadiah jutaaan rupiah itu? Beberapa kawan
mengatakan bahwa festival ini berpengaruh terhadap pertumbuhan teater,
jumlah peserta festival yang cukup banyak ditambah antusias khalayak
penonton merupakan indikator bahwa di kota ini teater tak ada matinya.
Benarkah?
Hari pertama festival dibuka oleh Teater IAIN
Imambonjol, dengan naskah Penjara Waktu karya Marhalim Zaini, Sutradara
Heri Soerikno. Kemudian disusul oleh Ranah Teater, Sutradara S. Metron
M, yang menggarap naskah Gua, adaptasi dari dua naskah Wisran Hadi,
Jalan Lurus dan Kebuntuan serta satu naskah Kamar karya Yusril, dkk.
Hari kedua pementasan oleh Teater Rumah Teduh yang memainkan naskah
Bius karya Beni Yohanes, Sutradara Ika SH, disusul kemudian oleh
Komunitas Seni Pertunjukan (KSP) Ku-liek Kampus Selatan yang mengangkat
naskah Hanya Satu Kali karya Jhon Gallswothy/Robert Midelsman dengan
Sutradara Zal Masri.
Hari ketiga oleh Teater Size, naskah Taman karya Iwan Simatupang,
Sutradara Zamzami Ismail, yang dilanjutkan oleh Teater Cabang, naskah
Kereta Kencana Eugene Ionesco, Sutradara Zelfeni Wimra.
Nurul Fahmy, Spirit Solidaritas Dalam Ranah Kebudayaan
Hari keempat, kelima dan keenam selanjutnya diisi masing-masing oleh
dua pementasan. Teater Ku-Liek naskah Malam Jahanam Motinggo Busye,
Sutradara Ath Thariq dan Gaung Ekspose, naskah Malin Kundang Wisran
Hadi, Sutradara Anita Dikarina. Teater Bunga Pakis dengan lakon Siulan
Gadis Minang karya/Sutradara Martini, dan Komunitas Seni Intro, naskah
Pencucian karya David Guerdon, Sutradara Della R Nasution, serta Teater
Imaji dengan lakon Cabik naskah karya/Sutradara M Ibrahim Ilyas, dan
KSST Noktah, naskah Malam Jahanam Motinggo Busye, Sutradara Zulfikri
Sasma.