Gempa bumi,
letusan gunung berapi, tsunami
dan tanah longsor merupakan bencana alam yang diakibatkan perubahan
iklim, seiring dengan meningkatnya kuantitas air laut dan melelehnya
sungai es.
Pengaruh global warming memang sangat berdampak pada lautan es yang
ada di bumi berikut lautan airnya. Dengan tren seperti ini cakupan es
dan
volume air laut juga dapat menyebabkan meningkatnya volume
karbondioksida di atmosfir bumi. Yang artinya dapat mengubah tekanan
aktivitas di dasar bumi.
Tekanan yang dimaksud salah satunya terjadi pada kondisi air laut.
Ketika kutub utara yang dipenuhi es mulai meleleh. Secara tidak
langsung akan mengakibatkan bertambahnya volume air laut dan
meningkatkan temperatur di lautan. Hal inilah yang kemudian akan
mengakibatkan magma di dasar
gunung menjadi aktif sehingga memicu
letusan. Bahkan akan berakibat terjadinya bencana alam lain, seperti
tsunami, tanah longsor bahkan gempa bumi.
Mekanisme bencana seperti ini dipercaya merupakan salah satu sebab
letusan gunung berapi yang terjadi setiap tahun di Gunung Pavlof
Alaska. Gunung ini selalu meletus setiap musim panas ketika volume air
laut meningkat.