Berbicara masalah
pengangguran rasanya tidak ada habis - habisnya. Karena selama masih ada manusia maka masih akan ada penganggur.
Terlebih lagi jika penanganannya tidak dilakukan secara tepat.
Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap kesejahteraan warganya sudah seharusnya merumuskan dan merealisasikan upaya untuk mengurangi
pengangguran secara nyata dan berkesinambungan. Yaitu dengan membuat suatu rumusan dan target yang jelas.
namun juga harus kita sadari bersama, jika masalah pengangguran tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan harus dicarikan solusinya secara bersama - sama. Pemerintah mengawali penanganan dari akar permasalahanya yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah pengangguran.
Sudah bukan rahasia lagi jika masalah pengangguran di Indonesia berpangkal pada sistem
pendidikan di Inonesia yang tidak tepat. Bahkan dapat dikatakan jika sistem pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum sesat. Yang hanya mementingkan satu golongan tertentu. Tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan Bangsa.
Jika kita cermati. Masalah pengangguran di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Hal ini seperti teori ekonomi. Dimana pertambahan jumlah tenaga kerja tidak sebanding dengan pertambahan jumlah lapangan kerja. Hal ini bisa terjadi karena pendidikan di Indonesia hanya berorientasi untuk menciptakan manusia - manusia yang profesional yang pada kenyataanya hanya untuk dididik menjadi seorang pekerja, bukan pengusaha.
Untuk itu jika pemerintah memang serius menangani masalah pengangguran, sudah seharusnya mengawali penanganannya dengan memperbaiki arah pendidikan di Indonesia. tanpa itu, maka sudah hampir dapat dipastikan masalah pengangguran tidak akan pernah selesai.