• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Bunga Cicilan: Flat atau Efektif ?

.

Bunga Cicilan: Flat atau Efektif ?

oleh : Grandfa    

Pengarang : Grandfa
Tingkat Bunga FlatSebagai pemegang kartu kredit yang setia dari sebuah bank BUMN terkemuka,
beberapa hari lalu saya
menerima faks tawaran pinjaman. Bank itu menawarkan
dana tunai hingga 90% saldo maksimal kartu kredit atau sebesar Rp2 juta hingga
Rp100 juta dengan tingkat bunga 1% per bulan dan biaya administrasi 1% dari
pinjaman awal untuk periode 6 bulan-12 bulan.
Peminat dijanjikan akan menerima dana tunai itu dalam 2-3 hari kerja. Untuk
menarik peminat, brosur itu juga memuat tabel simulasi cicilan enam bulan dan
12 bulan untuk jumlah pinjaman yang berbeda. Jika jumlah dana pinjaman adalah
Rp60 juta maka cicilan per bulan adalah Rp10.600.000 selama enam bulan atau
Rp5.600.000 selama 12 bulan.
Menggunakan kalkulator, kita dapat mengetahui dari mana kedua angka itu
diperoleh, yaitu: Rp60 juta / 6 + 1% (Rp60 juta) = Rp10.600.000 dan Rp60 juta /
12 + 1% (Rp60 juta) = Rp5.600.000.
Sepintas tidak ada yang salah dengan hitungan di atas dan peminjam
sepertinya memang hanya membayar bunga sebesar 1% per bulan dengan cicilan
bulanan sebesar Rp5.600.000 selama 12 bulan. Dalam literatur matematika
keuangan, penghitungan bunga seperti di atas sah-sah saja dan disebut tingkat
bunga flat, tetapi tidak boleh disebut tingkat bunga (tanpa kata ''flat'') karena
tingkat bunga dan tingkat bunga flat mempunyai pengertian yang berbeda.
Masalahnya iklan bank itu hanya menyebutkan tawaran dana tunai dengan bunga
ringan 1% per bulan. Apakah benar tingkat bunganya ringan?
Kalau 1% per bulan adalah tingkat bunga flat, berapa tingkat bunga
sebenarnya? Apa bedanya tingkat bunga flat dengan tingkat bunga efektif?
Bagaimana juga menghitung tingkat bunga efektif? Tingkat bunga mana yang
relevan untuk dipertimbangkan peminjam?
Tingkat bunga flat adalah tingkat bunga yang dihitung berdasarkan saldo
pinjaman awal. Istilah tingkat bunga flat muncul untuk pelunasan pinjaman
dengan angsuran. Untuk pinjaman yang dilunasi di akhir periode pada satu
tanggal tertentu, tidak dengan angsuran, tidak ada istilah tingkat bunga flat
dan hanya ada satu istilah tingkat bunga.
Tetapi untuk setiap pinjaman dengan pelunasan cicilan, kita mempunyai dua
istilah tingkat bunga yaitu flat dan efektif. Walaupun besar pinjaman pokok
mengalami penurunan seiring dengan dilakukannya pelunasan secara periodik,
besarnya bunga yang dibayarkan adalah sama yaitu Rp600.000 atau 1% x Rp60 juta.
Tingkat bunga flat dalam penawaran bank di atas adalah 1%, tapi tingkat bunga
efektif (tingkat bunga sebenarnya) adalah jauh lebih tinggi.
Tingkat Bunga Efektif
Kembali ke contoh kita, berapa sebenarnya tingkat bunga efektif dan
bagaimana menghitungnya? Setidaknya ada dua cara akurat dan satu cara kasar
yang bisa digunakan untuk menghitung tingkat bunga efektif dengan yaitu dengan
menggunakan kalkulator finansial yaitu kalkulator yang mempunyai tombol PV , i
atau 1/Y, N, dan PMT dan dengan menggunakan komputer. Jika menggunakan
kalkulator finansial, kita tinggal memasukkan PV = 60.000.000, N = 12, dan PMT
(PMT = besar angsuran) = -5.600.000, kita akan memperoleh i = 1,79% dalam 1-2 detik.
Cara kedua juga tidak kalah mudahnya yaitu dengan menggunakan komputer,
tepatnya Excel untuk mencari tingkat bunga efektif. Kita cukup menginput
''=rate(nper,pmt,pv)'' ke dalam salah satu sel, yang artinya hitunglah tingkat
bunga efektif (i) jika diberikan jumlah periode (nper), besar angsuran (pmt),
dan jumlah pinjaman (pv). Untuk contoh di atas, kita cukup mengetikkan
''=rate(12,-5600000,60000000)'' kemudian kita tekan tombol Enter, kita akan
langsung memperoleh tingkat bunga 1,79%. Kedua cara ini mesti memberikan hasil
yang sama besar.
Ternyata tingkat bunga efektif untuk kasus kita adalah 1,79% dan bukan 1%
seperti yang dicantumkan dalam iklan dan faks yang saya terima. Mengapa bisa
demikian? Logikanya, bunga sebesar Rp600.000 harus dibayarkan setiap bulan
padahal saldo pinjaman sebesar Rp60 juta hanya pada awal periobelum
pembayaran angsuran dilakukan.
Setelah angsuran pertama, saldo pinjaman menurun menjadi Rp55 juta, kemudian
menjadi Rp50 juta setelah angsuran kedua dan demikian seterusnya. Tetapi bunga
yang dibayarkan adalah sama yaitu sebesar Rp600.000. Inilah yang menyebabkan
tingkat bunga efektif hampir dua kali lipat tingkat bunga flat.
Mengapa bisa sampai hampir dua kali lipatnya adalah karena sebenarnya saldo
pinjaman rata-rata selama 12 bulan adalah Rp32,5 juta (Rp60 juta + Rp55 juta +
Rp50 juta + ... + Rp5 juta) / 12). Sedangkan bunga yang dibayar adalah
Rp600.000/bulan sehingga tingkat bunga efektif secara kasar adalah ?
Rp600.000/Rp32.500.000 = 1,85%.
Hitungan kasar ini memang tidak memberikan hasil yang akurat tetapi bisa
diperoleh tanpa menggunakan kalkulator finansial dan excel. Tingkat bunga
efektif menjadi lebih besar lagi jika kita memasukkan biaya administrasi ke
dalam perhitungan, sehingga besar pinjaman atau PV menjadi hanya sebesar Rp59,4
juta dan cicilan tetap sama besar. Dengan kalkulator finansial atau excel, kita
akan mendapatkan kalau tingkat bunga efektif adalah 1,95% per bulan.
Tingkat bunga mana yang relevan dan harus dipertimbangkan oleh peminjam?
Sudah tentu tingkat bunga efektif karena tingkat bunga inilah yang sebenarnya
dibayar peminjam berdasarkan penjelasan di atas. Sekarang setelah Anda
mengetahui tingkat bunga pinjaman dari bank BUMN di atas adalah sebenarnya
1,95% dan bukan 1%, apakah Anda masih berminat mengambil dana tunai dari bank
itu? Terserah Anda. Yang penting adalah Anda kini tahu berapa tingkat bunga
sebenarnya.
Diterbitkan di: September 17, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.