Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Dihukum akibat Tak Perhatikan Asas Kepatutan

Dihukum akibat Tak Perhatikan Asas Kepatutan

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : Suara Merdeka
ª
 
Dihukum akibat Tak Perhatikan Asas Kepatutan SUASANA di halaman Gedung DPRD Sumatera Barat memang cukup lengang. Namun kesenyapan itu hilang, begitu kita memasuki kantor wakil rakyat itu. Sejumlah orang berseliweran di dalam gedung. Persoalan yang sedang melanda penghuni gedung itu tidak tampak mengganggu aktivitas mereka. Demikian pula saat menuju ruang tunggu pimpinan Dewan. Di ruang tunggu pimpinan Dewan, sejumlah orang antre untuk bertemu dengan Ketua DPRD. Menurut seorang staf, sejak pagi sudah banyak tamu yang akan bertemu Ketua Dewan Arwan Kasri. Setelah berbincang-bincang dengan seorang kawan yang menggunakan bahasa daerah setempat, saya memperoleh informasi, mereka yang bertamu itu dari kalangan pengacara dan pengusaha. Urusan tamu tersebut diduga kuat masih terkait dengan kasus korupsi yang kini menunggu ke proses banding DPRD Sumatera Barat. Namun, staf pimpinan itu tak berani bicara panjang-lebar setelah ditanya lebih lanjut. Seorang kawan, wartawan dari media lokal, membisiki saya bahwa salah seorang yang keluar-masuk ruangan Ketua Dewan adalah penasihat hukum yang selama persidangan mendampingi tiga pimpinan DPRD Sumatera Barat. Hanya, saya tak dapat mengorek keterangan dari penasihat hukum itu. Saat hendak saya tanya, lelaki berdasi yang membawa setumpuk berkas itu buru-buru menuju ruangan lain. Dia hanya sesaat melambaikan tangan, sepertinya tidak ada waktu untuk berbincang-bincang. Hanya saling sapa. Adakah anggota Dewan yang masih ngantor, meskipun pengadilan negeri tidak memerintahkan mereka untuk dipenjara? Setelah vonis dijatuhkan 17 Mei lalu, mereka masih tetap menjalankan aktivitas kedewanan. Bahkan, mulai 7-14 Juli anggota Komisi C ngelencer ke Nusa Tenggara Barat dan Bali, sedangkan anggota Komisi E ke Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Diterbitkan di: 12 September, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.