Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Syarifah Nawawi: Wanita Minang Pertama Yang Mengecap Sistem Pendidikan Eropa

Syarifah Nawawi: Wanita Minang Pertama Yang Mengecap Sistem Pendidikan Eropa

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : Suryadi
ª
 
Orang Minangkabau terkesan terlalu membanggakan "demokrasi matrilinealnya", yang katanya membuat status kaum wanita mereka lebih baik dalam masyarakat ketimbang kaum wanita dari suku bangsa lain. Sampai batas tertentu hal itu mungkin betul. Namun, pada hakekatnya kaum wanita Minang pada zaman lampau, seperti halnya di tempat-tempat lain, juga tersubordinasi di bawah dominasi kaum pria. Di bidang pendidikan umpamanya, umumnya keluarga Minang menganggap lebih penting menyekolahkan anak laki-laki ketimbang anak perempuan (lihatlah refleksinya dalam banyak novel Indonesia awal yang ditulis oleh penulis Minang). Anak-anak gadis dipingit orang tuanya di rumah untuk kemudian menjalani kawin paksa di usia muda. Mungkin Syarifah Nawawi adalah gadis Minang pertama yang terbebaskan dari tradisi kuno itu. Syarifah lahir di Bukittinggi sekitar tahun 1896, anak dari Guru Nawawi gelar Soetan Ma''moer (1859-1928), seorang guru pribumi yang terkenal di Sekolah Raja (Kweekschool) Bukittinggi pada zaman kolonial. Nawawi menikah dengan seorang wanita Minang bernama Chatimah, istrinya satu-satunya. Dari perkawinan itu ia beroleh 9 anak: 6 laki-laki dan 3 perempuan. Syarifah adalah anak keempat dan putri ketiga dalam keluarga Nawawi. Pendidikan untuk anak penting bagi Nawawi: anak-anaknya disekolahkan ke sekoah Eropa; dua saudara perempuan Syarifah mendapat pendidikan privat di rumah. Nawawi yang berpikiran maju memasukkan Syarifah ke Europeesche Lagere School (ELS), sekolah Belanda di Bukittinggi. Tamat dari sana kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Kweekschool Bukittingi, tempat ayahnya mengajar, pada tahun 1907. Syarifah adalah satu-satunya murid perempuan di antara 75 orang murid sekolah itu di tahun 1908 (17 orang calon ambtenaar/pegawai, 58 orang calon guru). Dengan demikian, Syarifah adalah gadis Minang pertama yang mencicipi sistem pendidikan sekolah Eropa.
Diterbitkan di: 07 September, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa di minang garis keturunan dari ibu Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. ~ padusi ~

    kiprah di dilingkungan nasional

    Setelah beliau mendapat kesempatan bersekolah ke Eropah, apa kiprah beliau di dilingkungan nasional atau ranah minang

    0 Nilai 07 April 2008
  2. 1. Teguh Vedder

    Salam Kenal

    Saya mau tanya sedikit : 1. Sudah pernahkah anda memperoleh payment via check atau paypal dari shvoong.com ? Account saya sudah mencapai 15.48$, tapi sewaktu saya konfirmasi saya disuruh edit payment method (dari via check menjadi via paypal). Bagaimana anda mengatasinya kalau boleh tahu ?

    0 Nilai 06 Nopember 2007
X

.