• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Guru Nawawi Gelar Soetan Ma''moer, Pahlawan Dengan Tanda Jasa

.

Guru Nawawi Gelar Soetan Ma''moer, Pahlawan Dengan Tanda Jasa

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Suryadi
Sejarah
pendidikan sekuler (Eropa) di Minangkabau sudah dimulai sejak tahun
1825. Sambutan orang Minang terhadap
sistem pendidikan yang baru ini
cukup baik. Salah seorang putra Minang yang cukup awal terlibat dalam
dunia pendidikan sekuler di Sumatra Barat adalah Nawawi.
 Nawawi - yang dalam catatan sejarah lebih dikenal dengan nama Guru atau Angkoe Nawawi gelar Soetan Ma''moer
- dilahirkan di Padang Panjang tahun 1859. Orang tuanya memasukkannya
ke sekolah rendah (2 tahun). Pada pertengahan abad ke-19 sekolah rendah
model Eropa, atau sering juga disebut sekolah nagari, berkembang di sentra-sentra penanaman kopi di Sumatra Barat (lihat: Elizabeth E. Graves, The Ever-Victorious Buffalo: how the Minangkabau of Indonesia solved their "Colonial Question" ). Tamat dari sekolah rendah Nawawi masuk Sekolah Raja (Kweekschool)
di Bukittinggi tahun 1873 (setahun setelah sekolah itu didirikan
<1872>; sebenarnya sekolah ini sudah berdiri sejak 1 April 1856 dengan
nama normaalschool; lihat: . Gedenkboek Kweekschool Fort de Kock (Kitab Peringatan Sekolah-Radja Boekit-Tinggi) 1873-1908 ). Tahun 1877 Nawawi tamat dari Kweekschool
Fort de Kock dan berhasil menggondol ijazah guru. Kemudian beliau
diangkat menjadi guru sekolah rendah dengan gaji 20 gulden (£ 20)
sebulan. Pada tahun 1879 beliau diangkat menjadi guru Bahasa Melayu di
almamaternya dengan gaji £ 75 sebulan.
Pada tahun 1822 Nawawi lulus ujian menjadi guru pembantu (hulponderwijzer),
lalu diangkat menjadi guru pembantu tingkat satu di almamaternya, suatu
posisi yang cukup tinggi bagi orang pribumi dalam struktur pendidikan
sekuler di Hindia Belanda zaman itu. Gajinya naik menjadi £ 150 sampai
£ 400 sebulan. Di Kweekschool Bukittinggi jabatan guru dibagi atas empat tingkatan: 1) seorang guru Belanda sebagai kepala (directeur); 2) seorang guru Belanda sebagai guru kedua (2e onderwijzer); 3) guru-guru ketiga yang kebanyakan dijabat oleh orang Eropa (Europeesche onderwijzers); 4) guru-guru pribumi (Inlandsche onderwijzers) yang memang diperuntukkan bagi guru pribumi. Hebatnya, Nawawi menempati posisi 3 sejak tahun 1883.
Diterbitkan di: September 06, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.