• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Marzuki Dt. Mangulak Basa (Seri Tokoh Pendiri Bank Nasional)

.

Marzuki Dt. Mangulak Basa (Seri Tokoh Pendiri Bank Nasional)

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Suryadi
Marzuki
Dt. Mangulak Basa-yang lebih terkenal dengan gelar adatnya: Dt.
Mangulak Basa- adalah salah satu dari
sepuluh pendiri (oprichter) Bank
Nasional, banknya urang awak yang didirikan di Bukittinggi pada akhir
tahun 1930. Sembilan pendiri lainnya adalah: Anwar St. Saidi, H. Mohd.
Jatim, H. Sjamsuddin, H. Mohd. Thaher, H.M.S. Sulaiman, Djamain Abd.
Murad Tk. Mudo, H. Sjarkawi Chalidi, Rasjid St. Tumanggung, dan Malin
Sulaiman.
 Dilahirkan di Bukittinggi tahun 1886, Marzuki kecil disekolahkan oleh orang tuanya di Volkschool (sekolah dasar 3 tahun) di kota kelahirannya. Ayahnya, Angku Kitab gelar Dt. Dunia Basa,
adalah seorang pedagang tembakau di Bukittinggi. Sepulang dari sekolah,
Marzuki kecil sering membantu ayahnya di toko, terutama pada hari pekan
di Bukittinggi, yaitu hari Rabu dan Sabtu.
Setamat dari Volkschool, Marzuki diserahkan ayahnya menuntut ilmu agama kepada Tuanku Samik di Kamang. Tamat dari situ Marzuki mendapat gelar Pakih Perpatih.
Kemdian ia mendirikan Perguruan Al-Qur''an di Bukittinggi yang banyak
dikunjungi anak-anak untuk belajar mengaji karena Pakih Perpatih adalah
seorang guru mengaji yang suaranya sangat bagus dan pintar berlagu
Qasidah.
Menjadi guru mengaji semata tentulah tidak dapat
diandalkan untuk membiayai kehidupan. Maka seiring dengan menanjaknya
usia, Pakih Perpatih alias Marzuki mencoba mengikuti jejak ayahnya:
menempuh dunia dagang. Pada tahun 1913 ia mulai berjualan minyak kelapa
(minyak manis) di jalan Sjekh Bantan, Bukittingi. Usaha dagangnya itu
berjalan baik. Kemudian ia menikah dan menyandang gelar pusaka Datuak Mangulak Basa, dan menjadi ninik mamak dalam daerah Kurai Limo Jorong.
Dt. Mangulak Basa giat membawa anak kemenakannya dalam usaha dagang. Bersama kawan-kawan yang seide ia mendirikan Kongsi Setia yang mengorganisir perdagangan gula saka (gula aren/enau) dan tangkelek (bakiak) produksi Parit Putus. Mereka juga mendirikan usaha peternakan ayam.
Diterbitkan di: September 06, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.