.....
Manuskrip Minangkabau yang tersebar dibeberapa tempat dan tersimpan di
perpustakaan atau perorangan, berada
dalam kondisi yang cukup baik.
Namun yang memprihatinkan kondisinya adalah
manuskrip yang tersimpan di
surau-surau.....
Minangkabau adalah Islam, seperti termaktub dalam pepatah: adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah
(Al-Qur’an). Hal itu dapat dilihat dari apa yang ada dan terdapat di
Minangkabau pada saat ini: mulai dari cara hidup sehari-hari, aturan
adat, sampai ke tata cara beribadat. Dari masa sebelumnya pun dapat
diketahui melalui peninggalan-peninggalan budaya fisik dan non-fisik
yang sampai saat ini masih dapat ditemukan.
Bukti-bukti
fisik seperti masjid dan surau-surau masih banyak yang dapat ditemukan
di seluruh daerah di Minangkabau. Bahkan dari beberapa masjid dan surau
yang ada dan terawat dengan sangat baik, mempunyai arstektur yang
indah. Beberapa contoh dapat dikemukakan di sini, di antaranya Masjid
Raya Limo Kaum (Kab. Tanah Datar), Masjid Tuo Kayu Jao (Kab. Solok),
Masjid Raya Bingkudu (Kab. Agam), Surau Gadang Koto Nan Ampek
(Payakumbuh), Masjid Raya Kurai Taji (Kab. Padang Pariaman), dan Suarau
Kampuang Jambak (Padang).
Banyaknya masjid dan surau, juga mengindikasikan banyaknya ulama pada
masa lalu. Beberapa dari mereka cukup berpengaruh di Minangkabau,
bahkan di Indonesia. Di antaranya adalah Syekh Burhanuddin Ulakan, Syek
Abdurhaman Bintungan Tinggi, Syekh Abdurrahman Kumango, Syekh
Abdurrahman Batuampa (kakek Bung Hatta, Proklamator RI), Syekh Daud
Rasjidi (ayah Buya Dt. Palimo Kayo), Syek Amarullah (kakek Buya HAMKA),
dan HAMKA sendiri.
Para ulama, yang terdidik dalam trdisi Islam yang sangat kuat,
tampaknya mewarisi
tradisi tersebut. Salah satunya adalah tradisi baca
tulis. Pengaruh tradisi baca tulis itu terlihat dengan jelas di
Nusantara: misalnya tardisi pegon di Jawa dan tradisi Arab Melayu atau
huruf Jawi di Melayu dan Minangkabau.
Di Minangkabau, tradisi baca tulis semacam itu dapat ditemukan dalam penulisan kaba (sejenis cerita rakyat), tambo
(sejenis babat di Jawa), monografi kerajaan, surat jual beli, dan surat
penting lain seperti Surat Pengangkatan Penghulu di zaman Belanda.