Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Malamang, Sebuah Tradisi Menghabiskan Bulan Rabi''ul Awal di Pariaman

.

Malamang, Sebuah Tradisi Menghabiskan Bulan Rabi''ul Awal di Pariaman

Summary rating: 2 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Bahren
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 122  kata: 300   Diterbitkan di: September 06, 2007
Bulan
Rabi''ul Awal atau Bulan yang biasa kita sebut dengan bulan Maulid
(bulan kelahiran Nabi besar Muhammad SAW) sesuai dengan sebutannya,
bulan Maulid atau Milad dalam bahasa Arab yang kalau diartikan ke dalam
bahasa Indonesia berarti ulang tahun atau kelahiran, tentu saja bulan
ini diisi oleh umat muslim dengan memperingatinya. Umat Islam di
Minangkabau khususnya di Pariaman memiliki tradisi khusus dalam
menyambut dan merayakan bulan ini.
 Mereka (kaum muslim) Pariaman menamai tradisi menyambut bulan muluk atau muluik ini dengan tradisi malamang. Tradisi ini telah tumbuh dan berkembang sejak dari nenek moyang mereka. Kegiatan malamang ini biasa dilakukan dalam beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan yang dimaksud adalah sebelum acara manduo baleh atau acara puncak Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabi''ul Awal, masyarakat membuat lamang yang tujuannya mereka bawa ke surau sebagai hantaran pada saat acara puncak.

Adapun rangkaian acara malamang tersebut diawali pada hari ke 10 Bulan Rabi''ul Awal dengan acara pengambilan buluh (sejenis bambu) untuk lamang. Setelah diambil, buluh tersebut dipotong sesuai ukuran panjang tiap ruas buluh yang didapatkan. Buluh yang telah dipotong kemudian dicuci bersih dan dikeringkan. Pengambilan buluh lamang biasanya disertai dengan pengambilan daun pisang yang digunakan untuk maaleh buluh lamang.

Pada hari ke 11, buluh dan daun pisang yang telah didiang diisi dengan isian lamang yang diinginkan seperti beras pulut (puluik), kanji, pisang dan aluo. Lamang puluik biasanya terdiri dari campuran beras pulut dan santan yang telah diberi sedikit garam. Lamang kanji biasanya terbuat dari tepung ubi (tapioka) yang dicampur dengan gula jawa. Lamang pisang terbuat dari bahan pisang yang dicampur dengan sedikit beras dan gula merah, sedangkan lamang aluo
biasanya terbuat dari beras pulut yang bagian tengahnya diisi dengan
adonan kelapa yang sebelumnya dicampuri gula merah. Semua kegiatan
pembuatan lamang di atas dilakukan oleh kaum ibu.

Ringkasan lain tentang Malamang, Sebuah Tradisi Menghabiskan Bulan Rabi''ul Awal di Pariaman
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------