Madagaskar, sebuah pulau di barat daya Samudra Hindia dengan luas 599.000 km2. secara geografis, pulau
ini dekat dengan benua Afrika, tapi secara kultural menunjukkan adanya pengaruh melayu nusantara. Nama Madagaskar berasal dari
kerajaan melayu pertama berdiri di pulau ini yaitu
Matakasi. Pedagang arab menyebutnya
Madagasi, orang Persia menyebutnya
Madagasibar yang artinya negara Madagasi. Seiring perkembangan nama itu berubah menjadi
Madagasikara dan akhirnya Madagaskar. 25 persen penduduk pulau ini adalah Melayu yang disebut Merina. Orang Melayu yang
datang pertama kali
pada zaman Sriwijaya, sekitar
abad ke-7 dan 9 M. sumber lain mengatakan, orang Melayu datang ke daerah ini pada abad ke-2 dan 4 M. Gelombang ke-2 datang pada abad ke-10 M. gelombang terakhir datang pada abad 17 M. Diyakini kelompok terakhir yang mendirikan kerajaan
Marina di Madagaskar.
Kerajaan Marina didirikan oleh Ralambo pada awal abad ke-17 M. Kerajaan ini adalah kesatuan dari kerajaan-kerajaan kecil yang ada. Dalam perkembangannya, kerajaan ini mengalami kemunduran dan kembali terpecah-pecah. Pada akhir abad ke-18 M, sekitar tahun 1780 M, seorang raja Marina bernama Andrianampoinimarina (1790-1810) M berhasil menyatukan kembali kerajaan yang terpecah-pecah itu, sehingga kerajaan Marina kembali kokoh.Setelah Andrianampoinimarina, ia digantikan anaknya, Radama I. Pada masa Radama I ini, Madagaskar berhasil menguasai kerajaan negeri lainnya, seperti Betsileo, Vezo, Sihanaka, dan beberapa negeri lainnya. Kerajaan Madagaskar ketika itu berpusat di Antananarivo. Pada tahun 1896 Kerajaan Marina jatuh ke dalam jajahan Perancis.
Ringkasan lain tentang Kerajaan Melayu di Madagaskar