• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Serba-Serbi Pariaman "Tempo Doeloe"

.

Serba-Serbi Pariaman "Tempo Doeloe"

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Anas Nafis
Selain
Tiku, Pariaman dahulu adalah pelabuhan samudera tertua yang handal di
pantai barat pulau Sumatra. Semenjak
dikuasainya Malaka oleh Portugis
pada tahun 1511, kemudian bertambah ramainya alur pelayaran di Selat
Malaka oleh berbagai armada dagang bangsa asing yang saling bersaing,
peran Tiku, Pariaman dan Indrapura menjadi penting terutama bagi
Kerajaan Aceh.
 Awal abad 17 Kerajaan Aceh menanamkan pengaruhnya di pantai Barat
Sumatra dengan maksud memotong arus perdagangan rempah-rempah terutama
lada, yang biasanya dibawa oleh para pedagang ke wilayah timur pulau
ini. Waktu itu, penguasa Aceh yang kesohor dan berkuasa di kawasan ini
bernama Panglima Nando. Karena peran yang demikian, maka banyaklah kaum
pendatang yang mengadu nasib mencari nafkah dan bermukim di kota kecil
ini.
Keberadaan para pendatang di Pariaman "doeloe"
itu masih terlihat pada nama jalan atau kampung seperti Kampung Nieh,
Kampung Kaliang, Kampung Jawa dan Kampung Cino. Tidak ada nama kampung
Belanda, meskipun mereka lama berkuasa di kota ini seperti juga di
daerah lain di Nusantara ini. Yang ada di Pariaman ialah Kampung
Kuburan Belanda!
Sampai sekarang, nama jalan itu masih
dikenal baik oleh penduduknya. Tentu saja pemberian nama tersebut
bukanlah berarti bahwa kota yang dikenal banyak urang bagaknya ini tidak memperbolehkan bangsa kulit putih berkampung di sana, kecuali untuk dikubur.
Anas Nafis, Serba-Serbi Pariaman "Tempo Doeloe"
Sekitar tahun 1860 Pariaman merupakan tempat kedudukan Regen dan
Asisten Residen (Tuan Luak). Kemudian pada tahun 1880 diturunkan
menjadi tempat kedudukan Kontrolir
(Tuanku Mandua) dan Tuanku Laras. Sedangkan jabatan jabatan Regen
dihapus. Tahun 1914 pangkat Tuanku Laras dihapus pula dan digantikan
engku Demang yang mengepalai sebuah distrik. Terhitung 1 Januari 1936 Onder Afdeeling Pariaman yang merupakan bagian Afdeeling Tanah Datar membawahi:
Diterbitkan di: September 01, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.