TENTANG BERIKTIAR
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
131
kata:
600
Diterbitkan di: Agustus 17, 2007
dua hari kemarin saya menghadiri pengajian di Bandung
tempat nenek saya, ada hal yang menarik yang saya ambil dengan diskusi
saya dengan ustad yang memberikan ceramah diskusi yang saya jalankan
cukup panjang sampai jam 1 malam.Pertama masalah takdir
ternyata banyak kesalahan persepsi orang megenai takdir banyak orang
menganggap bahwa takdir umur, rejeki, jodoh dituliskan tuhan sebelum
kita lahir itu adalah pengertian yang keliru, yang benar adalah takdir
kapan, dimana kita dilahirkan dan kematian sudah ditentukan tetapi
masalah jodoh dan rejeki tuhan belum menentukan.Yang bisa merubah
takdir jodoh dan rejeki ada faktor lain yaitu iktiar atau usaha,
mungkin pernyataan yang diatas lebih tepat jika di ganti menjadi,
takdir ditentukan dari apa yang anda lakukan pada hari ini. Jadi
walaupun anda sekarang anak orang miskin bukan selamanya anda jadi
orang miskin. dan ingat alaupun anda anak orang kaya tidak selamanya
anda menjadi orang kaya.Dan mengenai iktiar beliau menerangkan
bahwa tuhan menginginkan kita beriktiar seperti Siti Hajar ibunda dari
nabi ismail.Dalam Qur''an tertulis mengenai asal mula sumur Zamzam dan
kota Arab.ceritanya dimulai ketika nabi Ibrahim/Abraham diminta untuk membuang Siti Hajar dan anaknya Ismail di padang
tandus atas perintah Tuhan.Dalam pembuangannya Siti Hajar kehabisan
perbekalan makanan dan minuman, karena kekurangan makan dan minum
beliau jadi tidak dapat lagi mengeluarkan ASI untuk anaknya Ismail,
sehingga Ismail kecil kelaparan dan haus dalam keadaan lapar dan haus
Ismail kecil menagis membut Siti Hajar bingung . Karena sayangnya
beliau terhadap anaknya beliau berlari2 untuk mencari2 apa saja yang
bisa mengganjal perut anaknya.Karena keberadaan Siti Hajar berada di padang tandus maka usahanya jadi sia-sia, tetapi beliau tidak menyerah begitu saja dia tetap berusaha mencari makanan di padang tandus .Siti
Hajar terus mencari walaupun usahanya hampir tidak mungkin tetapi
beliau dengan keras hati terus mencari walaupun terus menerus gagal.
Ditengah usahanya yang keras beliau berdoa kepada Tuhan untuk di
berikan jalan. Ditengah keputus asaannya ketika Ismail akan meninggal,
tiba2 mukzizat Tuhan datang dari hentakan kaki Ismail kecil keluar mata
air dengan derasnya di tengah padang
tandus sehingga selamatlah mereka berdua. karena ada sumber mata air
yang berlimpah lama2 daerah tandus tersebut jadi subur dan ramai di
kunjungi orang untuk istirahat.Karena ramai dikunjungi oleh pedagang
maka padang tandus tersebut berubah fungsi menjadi kota Arab Saudi.Yang menarik dari cerita di atas adalah makna dibalik cerita tersebut dimana dalam menjalankan iktiar ada 3 hal pentingPertama
semua pekerjaan harus di mulai dengan niat yang bersih dalam hati yang
bersih seperti niat Siti Hajar ingin menyelamatkan anaknya dari
kematian sehingga dia di bantu oleh tangan tuhan. Begitu pula
jika niat dan hati kita bersih maka kita akan di bantu dengan tangan
Tuhan yang menyebabkan hal tidak mungkin menjadi mungkin. Dalam Buku
OMM (One Minute Milionaire) ini disebut pengungkit yang tak terhinggaKedua
jangan pernah menyerah sampai tujuan kita berhasil dan terus kembangkan
apa yang telah kita peroleh, seperti usaha Siti Hajar mencari makanan
di padang
tandus walaupun jika di pikir dengan akal sehat tidak mungkin tetapi
dia terus berusaha dan ketika berhasil mendapatkan air beliau merubah padang tandus menjadi kota.Ketiga
dalam berusaha harus diikuti oleh doa, jika kita berdoa sambil berusaha
dan hasilnya terus gagal jangan menyerah tuhan akan menunjukkan jalan
dari hal yang tidak kita duga. Seperti kisah Siti Hajar dia mendapat
air dari anaknya yang ingin dia selamatkan.Kesimpulan dari
semua dl diatas kita jangan menyerahkan diri pada nasib, nasib anda
ditentukan oleh anda sendiri tinggal bagaimana kekerasan hati kita
untuk merubah nasib.