Inilah cerita tentang seorang
pengembala yang sehari-hari kerjanya
mengembalakan ternak di sebuah padang
pengembalaan
yang subur di tepi
sebuah hutan.
Bagai kata pepatah, nak kayo, kuaik mancari (hendak kaya, kuat berusaha), berkat rajin dan kesungguhan hatinya berkembang biaklah ternaknya.
Hari itu seperti hari-hari biasanya, yakni ketika sang
pengembala sedang berleha-leha menggembalakan ternaknya, tiba-tiba muncul seekor
harimau lapar ke padang
pengembalaan tersebut. Lalu diterkamnya seekor
anak sapi dan digonggongnya ke dalam hutan.
Melihat kejadian yang tidak disangka-sangka tsb, sang pengembala menggigil ketakutan.
Usai menggiring ternak kekandang, ia bergegas meminta pertolongan
kepada seseorang pawang harimau terkenal dan ahli pula membuat
perangkap dikampung itu.
Setelah menceritakan pengalaman menakutkan di padang pengembalaan itu,
ia diminta oleh sang pawang mengumpulkan pekayuan secukupnya untuk
membuat sebuah perangkap. Selain itu mengadakan seekor kambing yang
akan dijadikan umpan. Adapun kambing tersebut bukan sembarang kambing,
melainkan kambing belang selilit badan.