Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Batu Angkek-Angkek

.

Batu Angkek-Angkek

Summary rating: 1 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Anas Nafis
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 136  kata: 300   Diterbitkan di: Agustus 16, 2007
 Adalah sebuah nagari dalam lingkungan perintah Tuan Luhak Tanah Datar bernama Tanjung Sungayang.

Menurut riwayat, pada masa dahulu ada seorang anak nagari daerah itu mandapek (mendapat) sebuah batu istimewa lagi bertuah. Warnanya gelap seperti tembaga, besarnya kira-kira sebesar kecapi.

Karena batu itu dapek (dapat), lalu dinamakan Batu Pandapekan. Karena sering diangkat-angkat oleh yang ingin tahu bagaimana nasibnya dikemudian hari, maka batu itu disebut pula Batu Angkek-Angkek (Batu Angkat-Angkat). Konon kabarnya tidaklah semua orang mampu mengangkatnya.

Kini batu itu disimpan di rumah penemunya dalam sebuah bilik di atas
sebatang kasur pandak (kasur pendek). Bila seseorang ingin mengetahui
bagaimana untung atau nasibnya di kemudian hari, maka pergilah ia ke
rumah itu dengan membawa sari pitih (uang), sirih-pinang dan kemenyan.

Setelah bawaan tersebut dipersembahkan, lalu sang pemilik mengambil
batu tsb dari tempatnya dan diletakkan di atas sebuah talam lalu
dilimauinya (dibasuh dengan air jeruk). Sementara itu dibakar pula
kemenyan putih dan diedarkan sebanyak tiga kali sekeliling batu
tersebut.

Ringkasan lain tentang Batu Angkek-Angkek
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------