• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>A.Kohar Ibrahim: Kemerdekaan Mencari Memperoleh Menyebarkan Informasi

.

A.Kohar Ibrahim: Kemerdekaan Mencari Memperoleh Menyebarkan Informasi

oleh : akibr    

Pengarang : A.Kohar Ibrahim
A.Kohar Ibrahim :   Kemerdekaan Mencari Memperoleh Menyebarkan Informasi   Yang Telah Tersiar Menyebar  
  JIKA Kasus « Malaikat »  Pikiran Rakyat dengan sebab-musababnya kreasi seni sastra berupa sajak dan penyiarannya di ruang Khazanah terjadi sedasawarsa yang lalu, ah, betapalah sulitnya untuk mengikutinya. Baik untuk mengamati kabar-berita perkembangan kasus tersebut, maupun untuk mencari, menemukan ataupun menyebar-luaskan tulisan yang sekaitan dengannya.   Akan tetapi hal itu terjadi dewasa ini – setelah terjadi Revolusi Komunikasi dengan fenomena Internet yang dari hari ke hari kian canggih saja adanya. Maka dari itu, berkenaan dengan Kasus « Malaikat » Pikiran Rakyat yang berawal pada penyiaran sajak berjudul « Malaikat » karya penyair Saeful Badar di lampiran Khazanah PR itu tidaklah lagi begitu menyulitkan para peminat untuk melacak apa-mengapanya. Berkat, selain adanya media massa cetak yang juga ada yang menyajikan edisi online-nya, juga berkat banyaknya situs-situs yang tergolong pers  non-profesional, bahkan bersifat pribadi namun mengandung sajian yang tak kurang profesionalnya. Belum lagi berkat tak terbilangnya jaringan korespondensi elektronik yang luar biasa dengan kecepatan hubungan yang luar biasa pula ! Yang selain berupa Email individual, juga adanya grup-grup yang ragam macam, seperti yang tergabung dalam grup-grup Yahoo, Multiply dan yang lainnya lagi.   Dalam situasai-kondisi yang sedemikian ini, segala daya-upaya maupun rekayasa untuk melakukan pembendungan, penggelapan bahkan aksi-intimidasi atau teroris dari kaum anti-demokrasi, anti-hak-hak azasi manusia dan kaum sektaris serta tiranis lainnya akan menjadi sia-sia belaka. Paling tidak : aksi-aksi yang bertentangan dengan hak-hak azasi manusia yang mereka lakukan tidak lagi bisa seperti dalam zaman pra-revolusi komunikasi dulu kala. Dalam banyak hal, misalnya, daya-upaya maupun reka-yasa untuk melakukan penggelapan informasi akan jadi sia-sia belaka – tak ubahnya seperti orang mau menutupi cahaya mentari dengan jari-jemari !   Begitulah, seperti contohnya yang terakhir, yang berkenaan dengan karya seni sastra berupa sajak berjudul « Malaikat » Saeful Badar itu. Yang sudah ketelanjur disiarkan pada hari Sabtu tanggal 4 Agustus 2007 di ruang Khazanah PR,  namun kemudian, setelah terkena teror ; setelah penulisnya maupun pihak PR sendiri meminta maaf, lantas dihapus dari edisi online dan diumumkan supaya dianggap tidak pernah ada. Sungguh suatu aksi-koreksi yang tragic-comic  dan sia-sia saja adanya. Di zaman kini – apakah cepat ataukah lambat, sedikit atau banyak --  yang telah tersiar itu pasti menyebar !   Pasalnya, kasus mutakhir mengenai intimidasi terhadap karya sastra dalam bentuk puisi ini tidak terjadi seperti di zaman kolonial ; dengan kasus koran « Persatoean Hindia » (1921). Pun tidak dalam zaman Orde Baru ; dengan kasus-kasus WS Rendra dan Wiji Thukul. Melainkan dalam abad Ke-XXI, bulan Agustus 2007, setelah terjadinya Revolusi Komunikasi Canggih. Maka, selaras pribasa kata, bahwa “Ujar-kata terbang; tulisan menetap”. Jika omongan sulit dipegang, tapi kata-kata yang tercetak taklah mudah dihapus begitu saja. Apa pula sudah luas tersiar-sebar.   Oleh karena itu, dalam kasus sajak “Malaikat”, meski dikatakan secara lisan maupun tulisan supaya dianggap nggak ada, dan yang terpasang-pajang di edisi PR Online sudah dihapus oleh sang redaktur bersangkutan, namun apa yang sudah disiar-sebar itu sudah pernah sampai ke pembacanya dan bahkan sudah menjadi “milik” mereka. Baik pemilikan berupa guntingan-koran ataupun tersimpan dalam rekaman sarana internet atau PC. *** (Akibr)  
Diterbitkan di: Agustus 15, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.