Katiko 12/08/1902Bung Hatta Lahir di BukittinggiPada tanggal 12 Agustus 1902, lahirlah seorang putra bangsa di Bukittinggi, Minangkabau. Putra itu a.....Tak
ada negara dan bangsa di atas muka bumi
ini menjadi besar dan maju
dengan kampanye partai politik. Sebab, kampanye hanya “pasar” untuk
memperdagangkan kemauan, visi, misi, dan dan sejenisnya bagi partai
politik peserta pemilu. Artinya, kampanye adalah pasar yang dihadirkan
dalam mekanisme pemilu.
Logika ini sama artinya dengan
analogi pasar-pasar yang kita lihat sehari-hari dalam kehidupan kita.
Beragam jenis merek, kebutuhan, hadir di dalamnya. Di dalamnya, para
pedagang akan meneriakkan dagangannya, jika ia pedagang barang-barang
obral pakaian anak-anak. Pedagang itu akan berteriak menarik pembeli:
“Ini
yang terakhir, Ibu-ibu, Bapak-bapak, Uni-uni dan Uda-uda.
barang kami kualitas ekspor. Mutu terjamin. Hanya
lima ribu per potong. Jika beli
empat, kami diskon lima ribu. Jadi lima belas ribu empat potong.
Bergegaslah. Produk kami yang terbaik, terjamin, dan berkelas! Barang
semurah dan sejenis ini tak akan ada di tempat lain. Buruan, mumpung
harga kami banting!”Demikian, kira-kira yang terucap dari
corong pengeras suara. Mereka berteriak di tengah hiruk pikuk pasar.
Tentu ada juga pedagang obat kali lima. Dia akan “berorasi” dengan
cerita-cerita dan pengalamannya. Orasinya memukau siapa saja, suaranya
jernih, ceritanya menarik. Tak sampai 2 menit (untuk parpol mungkin
berbulan-bulan direncanakan), orang dengan sukarela datang
mengelilinginya. Berkumpul mendengar cerita tukang obat.
Ringkasan lain tentang Tukang Obat Versus Jurkam Pilpres (Parpol)