Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Kemerdekaan Puisi Kemerdekaan

Kemerdekaan Puisi Kemerdekaan

oleh: akibr     Pengarang : A.Kohar Ibrahim
ª
 
Literatur : Kemerdekaan Puisi Kemerdekaan Oleh : A. Kohar Ibrahim BERKAT perjuangan politik, sejak kesadaran dan perjuangan nasional pada awal abad Ke-XX, pada tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno dan Bung Hatta telah memproklamirkan berdirinya Republik Indonesia. Peristiwa bersejarah itu sekaligus juga merupakan peristiwa tindakan politik untuk mencapai kemerdekaan dan kehidupan bangsa Indonesia yang makmur aman sentosa. seperti yang terkandung dalam mukadimah UUD 1945. Akan tetapi, sejak diproklamirkannya kemerdekaan lebih dari enam dasa warsa lalu, hingga detik ini masih saja timbul petanyaan yang memprihatinkan dan menggelisahkan. Benarkah bangsa Indonesia telah merdeka dan paling tidak telah menikmati hasil kemerdekaan yang diaspirasikan dalam perjuangannya sejak sebelum dan sesudah Revolusi Agustus 1945? Bung Karno dalam makalahnya yang ditulis tahun 1933 berjudul "Mencapai Indonesia Merdeka" mengumpamakan secara putika bahwa "Kemerdekaan adalah jembatan emas". Akan tetapi, lagi-lagi timbul pertanyaan, apa dan bagaimanakah jembatan emas itu dijalani bangsa selama ini? Tidakkah yang menjalani jembatan secara keemasan nikmatnya hanyalah baru sebagian kecil orang saja? Sedangkan yang moritasnya hanya bisa berjalan atau bahkan bergerak seperti merangkak dengan segala kesulitan di bawah jembatan itu belaka? Bagaimana bisa demikian? Padahal perjuangan untuk mencapai dan mempertahankan serta merealisir aspirasi kemerdekaan itu sejak mula hingga kini tak kunjung henti. Dengan segala pasang surut dan hinggar bingar serta likalikunya. Yang dinamis heroistis romantis silih berganti dengan yang tragis dramatis. Dalam suasana merenungkan makna kemerdekaan sekaligus masih berkepanjangannya suara teriak dan tangis mendambakan perealisasian aspirasinya dari Sabang hingga Merauke, saya mencoba mengajak pembaca untuk menyimak jejak langkah perjuangan bangsa. Tetapi bukan sebagai sejarawan, melainkan sebagai peminat sastra, khususnya puisi. Dengan menyajikan ala kadarnya ekspresi dari beberapa penyair Indonesia yang telah menggores sejarah perjuangan bangsa umumnya, khususnya sejarah kesusastraan Indonesia. Seperti Chairil Anwar, HR Bandaharo, WS Rendra dan Wiji Thukul. Yang dalam aktivitasnya sebagai manusia maupun kreativitasnya selaku seniman penyair, telah menunjukkan perjuangan yang mendambakan kemerdekaan secara tegas. Tegas jelas dalam menyimak situasi juga dalam menyikapinya. Kita mencoba, menyimak dan menyoroti seberkas puisi beberapa penyair Indonesia, karena ternyata, dalam hidup dan kehidupan manusia yang adalah merupakan perjuangan, penyair dengan puisinya juga merupakan ekspresi bentuk perjuangan juga adanya. *** (Akibr)
Diterbitkan di: 05 Agustus, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.