Road
Show Indonesian Idol II Spectatour di kampus Universitas Andalas
berlangsung meriah. Ribuan anak muda dan mahasiswa telah memadati areal
parkir auditorium sejak pukul 12.00 WIB untuk menyaksikan penampilan
spektakuler 6 finalis Indonesian Idol (Singgalang, Selasa, 12/09/2006).
Bayangkan, sebuah universitas yang telah berumur 50 tahun mengadakan
perayaan ulang tahunnya dengan menghadirkan salah satu ikon kapitalis
dalam dunia entertainment. Dengan perebutan daya tariknya — katakanlah
tubuh dan penampilan — sebagai sebuah representasi
dari dunia
intelektual di Sumatra Barat, juga seorang presiden akan turut hadir
karena berkah pemberian gelar kehormatan, doktor honoris causa.
Inilah pertaruhan (citra) intelektual di Sumatra Barat. Namun, entah
mengapa, Universitas Andalas dalam Lustrum X ini tampak menyedihkan
sekali karena secara sadar — dan konon karena alasan gratis pula —
mengintegrasikan Indonesian Idol dalam rangkaian memeriahkan usianya
yang setengah abad itu.
Apa yang mau diraih dari
kehadiran para artis entertainment yang disulap hanya dalam beberapa
bulan itu? Kita tidak pernah menerima jawaban yang tegas dari pihak
Unand. Apakah tidak merupakan suatu yang sangat cerdas dan relevansif
dengan fungsi dan posisi sebuah perguruan tinggi,
jika sedikit mau
membuka diri, misalnya mengundang siswa-siswa yang meraih juara dalam
olimpiade fisika di Singapura baru-baru ini? Kahadiran siswa-siswa
sudah dapat dipastikan memberi efek yang sangat besar bagi masyarakat
Sumatra Barat, terutama
siswa dan mahasiswa, jika mereka didatangkan
dalam rangka Lustrum X itu. Dan juga sangat memungkinkan sekali — jika
pihak Unand sedikit rela membuka diri — menghadirkan "raja komputer"
Bill Gates, misalnya, efek publikasi akan dituai secara besar-besaran
oleh Unand. Jika mau sedikit bekerja keras, sponsor demikian banyak
yang mendanainya.
Ringkasan lain tentang Lustrum Entertainment