Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Bagaimana Kita Menilai PRRI? Ultimatum 5 x 24 Jam di Padang

Bagaimana Kita Menilai PRRI? Ultimatum 5 x 24 Jam di Padang

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : H.Kamardi Rais Dt P Simulie
ª
 
Berselang waktu satu bulan, 8 Januari-8 Februari 1958 ternyata persoalan tanah air semakin kusut. Sudah nampak blokade terhadap daerah-daerah bergolak, Sumatra dan Sulawesi Utara pada umumnya. Hubungan udara Jakarta ke daerah bergolak ditutup. Begitu juga hubungan laut dihentikan. Satu-dua orang dari Jakarta ke Padang ada yang jalan darat Jakarta-Lampung-Palembang. Kemudian dengan susah payah mencapai Padang dan Bukittinggi. Sebagian yang sudah pulang kampung tak hendak kembali ke Jawa, baik orang-orang sipil dan militer. Orang-orang daerah merisaukan anak-anaknya yang sedang belajar pada berbagai perguruan tinggi di Jawa. Kontak hanya dengan telepon, tapi dengan surat tak akan pernah sampai. Tidak diantar ke alamat atau disensor dengan alasan negara dalam SOB (Staats van Orlog en van Bleg), negara dalam bahaya. Di Jakarta dilakukan penangkapan/penahanan terhadap siapa yang berpihak kepada daerah bergolak. Ramawi Izhar (Komisaris Dewan Banteng Jakarta) ditahan KMKB-DR di bawah Letkol E. Dachyar. Letkol E. Dachyar adalah perwira militer yang condong ke kiri. Begitu juga terhadap diri Kapten Sabaruddin Sjamsuddin, Bc Hk, seorang perwira pertama di Jakarta yang berasal dari Minang, dan lain-lain. Surat kabar Haluan Padang, Surat kabar Batanghari Sembilan Palembang, Mingguan Pelopor Sibolga, meski masih terbit, tapi oleh Penguasa Perang Daerah Jakarta Raya dilarang beredar. RRI Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, Manado tak boleh didengar. Putra-putra daerah yang ada di Jakarta, Bandung, Yogya, Semarang dan Surabaya terpaksa mengecilkan volume radionya bila hendak mendengarkan berita dari daerah.
Diterbitkan di: 04 Agustus, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bgaimana isi "ultimatum Padang" 5 X 24 jam itu? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.