• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Bagaimana Kita Menilai PRRI? Rapat Sungai Dareh: Gerakan Daerah Hanya Sebagai Gerakan Moral...

.

Bagaimana Kita Menilai PRRI? Rapat Sungai Dareh: Gerakan Daerah Hanya Sebagai Gerakan Moral...

oleh : NasrulAzwar     

Pengarang : H.Kamardi Rais Dt P Simulie
Bagaimana Kita Menilai PRRI? Rapat Sungai Dareh: Gerakan Daerah Hanya Sebagai Gerakan Moral Dan Koreksi
Tukang
tulih H. Kamardi Rais Dt. P. SimulieKamih, 17 Agustus 2006 - 15:07 / Al-Hamis, 22 Rajab 1427 H
Pada
penghujung tahun 1957 itu, para tokoh politik nasional yang beroposisi
dengan Presiden Soekarno dan Djuanda banyak yang hengkang dari Jakarta.
 Mohammad Natsir yang Ketua Umum Partai Islam terbesar Masjumi berdua
dengan Mr. Moh. Roem berada di Medan menghadiri Dies Natalis UISU
(Universitas Islam Sumatra Utara). Kebetulan Mr. Moh. Roem adalah Ketua
Dewan Kurator Universitas Islam tersebut.
Sehabis acara
Dies, kedua tokoh Islam itu tidak langsung terbang ke Jakarta, tapi
mampir di Padang. Di Padang keduanya mengadakan pertemuan dengan tokoh
Masjumi daerah seperti Buya Duski Samad yang menggantikan H. Mansur
Daud Dt. Palimo Kayo sebagai Ketua Masjumi Sumatra Tengah karena Dt.
Palimo Kayo sebagai Dubes RI di Irak. H. Darwis Taram Dt. Tumanggung
(Koordinator Masjumi se-Sumatra), Zamzami Kimin (anggota konstituante),
Sjarif Said (tokoh Masjumi Sumbar), Buchari Tamam, dan lain-lain.
Dua hari setelah itu, Mr. Moh. Roem kembali ke Jakarta, sedangkan
Natsir tetap tinggal di Padang. Dalam pernyataannya kepada pers
dikatakannya bahwa ia tidak akan kembali ke Jawa.
"Laut Jawa airnya keruh karena sungai-sungainya banyak membawa lumpur.
Lagi pula kapal yang saya tompang tak ada lagi di Taluk Bayua,"
katanya.
Diterbitkan di: Agustus 04, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.