Ranah-Minang.Com - Pelaksanaan
Festival Kebudayaan Minangkabau, dinilai tidak memiliki tujuan untuk memajukan
seni dan tradisi kebudayaan Minangkabau. Karena program kegiatan yang
disusun panitia, dianggap lebih mengarah kepada acara seremonial saja,
serta tidak mengakomodasi perkembangan
kesenian Sumbar. Penilaian
tersebut disampaikan pengamat kesenian Sumbar Nasrul Azwar, yang
sehari-hari juga bertugas sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Sumatra
Barat, saat ditemui di Padang, Rabu (8/9). Dia menyebutkan, dari materi
festival yang disusun panitia, seakan memperlihatkan perkembangan
kesenian Minangkabau itu statis dan tidak berkembang.
“Padahal kesenian Minangkabau itu sudah mendunia. Misalnya kelompok
tari Boy G Sakti, sudah merambah seluruh dunia. Tapi dalam program yang
disusun, penggiat kesenian seperti itu tidak dilibatkan sama sekali.
Yang ditampilkan hanya itu-itu saja, sehingga terkesan kesenian
Minangkabau itu tidak pernah berkembang,” ujar Nasrul. Dia juga
mempertanyakan visi dan tujuan materi festival yang menurutnya tidak
jelas, sehingga tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan festival itu
sendiri juga menjadi tidak jelas.