Dalam penulisan kreatif, khususnya seni dan sastra yang
terjadi di Orde Lama dan Orde Baru, jelas memperjuangkan nasionalisme
atau kritikan terhadap pemerintah yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Ketidakjelasan apa yang diperjuangkan penulis
kreatif justru terjadi di orde sekarang. Selain popularitas dan kebutuhan finansial, penulis kreatif terjebak pada euforia, sehingga terjadi
perdebatan dangkal. Misalnya perdebatan mengenai karya yang berdasarkan riset dan karya-krya yang berorientasi "kelamin".