Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Pertunjukan Old Track Teater Padang

.

Pertunjukan Old Track Teater Padang

Summary rating: 5 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Nasrul Azwar
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 129  kata: 300   Diterbitkan di: Juli 25, 2007
Revolusi Dimulai dari Suku Naga OLEH Nasrul Azwar Penguasa,
politisi, dan pengusaha seperti anjing berebut tulang. “Tulang” itu
adalah Bukit Selako yang sangat kaya dengan emas, intan, dan tembaga
lainnya. Bukit Seloka yang jadi incaran investor itu terletak di
perkampungan Suku Naga yang berada dalam kekuasaan pemerintahan
Astinam. Sri Ratu, pimpinan tertinggi negara Astinam, akan menguasai
bukit itu dan menjadikan sebagai daerah tambang dengan dalih
pembangunan. Para pembantu Sri Ratu—semenjak perdana mentri hingga
mentri-mentri lainnya, serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) negara
Astinam—berlomba menjadi penjilat yang “santun” dan dengan pelbagai
alasan merayu rakyat Suku Naga untuk menyukseskan program pembukaan
pertambangan itu. Kelompok
Suku Naga yang berada di Bukit Seloka itu tak merelakan perkampungan
mereka dijadikan kota tambang. Kelompok Suku Naga—dibawah pimpinan
Abisavam sebagai kepala suku—melakukan perlawanan dan perjuangan.
Perjuangan, militansi, dan loyalitas Suku Naga terhadap leluhur mereka,
yang dengan sangat teliti telah memilih tempat itu berabad-abad yang
lalu, membuat Sri Ratu murka. Suku Naga dianggap telah melakukan
tindakan subversif dan pembangkangan. Apalagi, setelah perjuangan Suku
Naga melawan keotoriterianisme Sri Ratu
dipublikasikan secara internasional oleh Carlos, seorang jurnalis yang
berpihak pada perjuangan Suku Naga, mendapat respons dari
lembaga-lembaga internasional. Itulah inti cerita dari naskah Perjuangan Suku Naga karya dramawan WS Rendra yang dipentaskan Old Track Theater Padang
di Teater Tertutup Taman Budaya Sumatra Barat pada 10-11 Juni 2004
lalu, yang disutradarai Rizal Tanjung. Cerita yang mengalir seperti
menemukan pembenarannya secara faktual. Peristiwa teater yang
berlangsung dua hari adalah Sumatra Barat, juga Indonesia saat kini:
penuh kebusukan, kerakusan, dan kebiadaban para pejabat, politisi, dan
juga pengusaha. Rakyat diperlukan pejabat dan politisi jika itu
menyangkut kelanggengan kekuasaannya. Selain itu, “pergilah ke neraka”.

Ringkasan lain tentang Pertunjukan Old Track Teater Padang
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------