http://www.damandiri.or.idhttp://www.damandiri.or.idhttp://www.damandiri.or.idHutan sebagai aset pembangunan nasional sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan manusia.
Kawasan Hutan lindung Jompi berada di Kabupaten Muna yang memiliki sumber mata air yang saat ini telah mengalami kerusakan yang serius. Kondisi kelurahan/desa di sekitarnya 78 persen tidak berdaya/miskin.
Tujuan penelitian adalah: (1)
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
modal sosial masyarakat
sekitar kawasan hutan lindung, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung, (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan lindung, dan (4) merumuskan model pemberdayaan masyarakat yang efektif di sekitar kawasan hutan lindung.
Empowerment yang dalam bahasa Indonesia berarti “pemberdayaan”, adalah sebuah konsep yang lahir sebagai bagian dari perkembangan alam pikiran masyarakat kebudayaan Barat. Memahami konsep empowerment secara tepat harus memahami latar belakang kontekstual yang melahirkannya.
Perencanaan pengelolaan hutan lestari dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan dilakukan secara sentralistik tanpa melibatkan peran serta masyarakat. Sebagian elit birokrasi beranggapan bahwa untuk efisiensi pembangunan, masyarakat tidak mempunyai kemampuan menganalisis kondisi dan merumuskan permasalahan, apalagi mencari solusi, sehingga masyarakat kurang memiliki keterlibatan.
Populasi penelitian adalah masyarakat tani yang bermukim sekitar kawasan hutan lindung Jompi Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Secara administrasi kawasan hutan lindung Jompi berbatasan dengan lima kecamatan yaitu; Kecamatan Batalaiworu, Katobu, Duruka, Kontunaga dan Watupute. Mengingat keterbatasan waktu, biaya, maupun tenaga, maka populasi penelitian dibatasi pada masyarakat tani yang bermukim di kelurahan/desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan lindung Jompi di bagian hulu DAS Jompi yang berjumlah 981 rumah tangga.
Kondisi modal sosial masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Jompi mengalami penurunan/lemah, terutama disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan (trust) antar warga masyarakat. Rendahnya trust ini akibat maraknya perilaku sosial yang selalu merugikan antar sesama, seperti penipuan, pencurian, dan kekerasan. Rendahnya modal sosial juga dipenga-ruhi secara nyata oleh masih rendahnya modal munusia terutama terkait dengan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat yang rendah.
Ringkasan lain tentang PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG JOMPI KABUPATEN MUNA, PROVINSI SULTRA