• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Catatan Perjalanan ke Melaka:

.

Catatan Perjalanan ke Melaka:

oleh : NasrulAzwar     

Pengarang : Nasrul Azwar
Cara Melaka Menjual Seni-Budaya Indonesia OLEH Nasrul Azwar Pesta
Gendang Nusantara (PGN) V di Melaka berjaya mencatatkan
rekor dalam The
Malaysia Book Of Records. Sebagian peserta PGN V berasal dari
Indonesia. Kesenian Indonesia diperdagangkan? Persembahan
Perdana Satu Sempena PGN V yang dilangsungkan pada acara puncaknya 15
April 2002 di Bandar Bersejarah Ayer Keroh Melaka yang berhasil
menghimpun 800 pemusik dan penari dari 30 kelompok seni di Nusantara,
memang memperlihatkan kelihaian Majlis Perbandaran Melaka Bandaraya
Bersejarah (MPMBB), di Indonesia sama dengan Pemerintah Kota, mengelola
sebuah paket seni pertunjukan dalam perspektif kepelancongan/wisata. Paling
tidak, strategi dengan mengundang daerah-daerah yang bersentuhan
langsung dengan budaya Melayu untuk datang menghadiri PGN V, MPMBB
telah sukses membangun citra dirinya: Melaka adalah pusat perkembangan
budaya dan kesenian Melayu. Selain
itu, tema PGN V dipilih dengan sangat hati-hati dan penuh perhitungan
pelbagai aspek promosi wisata: Serentak, Seirama, Senada, dan Sebudaya.
Tema inilah yang menjadi pengikat secara emosional komunitas Melayu di
Nusantara yang jumlahnya memang tidak sedikit. Dan Melaka menjadi besar
dan dibesarkan masyarakat pendukung rumpun Melayu, termasuk sebagian
besar bangsa Indonesia ikut menghebatkan wisata dan PGN di Melaka. PGN
telah dimulai sejak 1995, dan pada 2002 ini tercatat paling banyak
pesertanya: 30 kelompok musik dan penari dari Nusantara ikut serta di
dalamnya. Sumatra Barat mengutus dua kelompok musik dan tari, yaitu
dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan Kelompok Randai Palito Nyalo
dari Kota Padang. PGN V kali ini dihadiri 4 negara: Malaysia (tuan
rumah), Thailand, Singapura, dan Indonesia. Negara Indonesia termasuk
paling besar mengirimkan duta seninya, yakni lebih kurang 20 kelompok.
Dari 20 kelompok musik dan tari itu semua berasal dari latar belakang
budaya dan seni Melayu. Mulai dari Aceh, Riau, Sumatra Barat, Jambi,
Kalimantan, hingga Sulawesi. PGN
V dilangsungkan selama sepekan, semenjak 10-17 April 2002. Klimaks dari
prosesi sempena PGN V jatuh pada 15 April 2002 sebagai hari Perayaan
Melaka Bandaraya Bersejarah yang ke 13. Bandaraya
(Kota) Melaka pertama kali diresmikan sebagai bandaraya bersejarah pada
tanggal 15 April 1989. Maka, setiap tanggal itu, Melaka melangsungkan
puncak pesta gendangnya, dan telah menjadikan PGN V sebagai kalender
rutin tahunan paket wisata MPMBB. Tak salah, jika masyarakat Melaka
menjuluki kotanya dengan “adigium” yang cukup promotif: Visit Historic
Melaka Means Visit Malaysia (Mengunjungi Melaka Bersejarah Berarti
Mengunjungi Malaysia). Kira-kira mereka ingin mengatakan, tak ada
artinya ke Melaysia tanpa singgah ke Melaka. Dalam
Persembahan Perdana Satu Sempena PGN V, Ketua Menteri Datuk Seri Mohd
Ali Mohd Rustam saat membuka resmi acara itu menyatakan rasa bahagia
dan gembiranya. “Dengan musik dan tari, serta ikatan budaya rumpun
Melayu, kita mampu menembus batas wilayah negara, dan kini kita
berjumpa dalam kemesraan di Melaka Bandaraya Bersejarah,” katanya,
sekaligus menyerahkan piagam pemecahan rekor The Malaysia Book Of
Records kepada Yang Dipertua (Wali Kota di Indonesia) MPMBB, Md
Sirat Abu.
Diterbitkan di: Juli 20, 2007

Komentar

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.