Kongres
Kebudayaan V (KK-V) yang dilangsungkan di Bukittinggi, Sumatra Barat,
dari 20-22 Oktober 2003, sudah berakhir dengan menghasilkan 18
butir rekomendasi untuk diteruskan
pada pihak yang berkepentingan. Delapan
belas butir rekomendasi itu dirumuskan oleh 22 orang tim perumus.
Pada Pendahuluan
rumusan hasil KK-V disebutkan bahwa KK-V
diikuti 570 peserta dari
seluruh Indonesia dan 96 pemakalah. Kongres yang difasilitasi
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata membagi temanya menjadi
tiga sub
tema “Lokalitas, Nasionalitas dan Globalitas; Identitas dan Krisis
Budaya; Perubahan dan Pemberdayaan” dibahas dalam tiga
persidangan pleno dan tiga puluh persidangan komisi. Dan selajutnya, melalui 16
pokok bahasan konkret memperoleh minat dan partisipasi lewat penyajian
makalah dan diskusi.
Dari
semula, jika disimak dan diikuti proses dan mekanisme dari rangkaian
pertemuan yang melatarbelakangi KK-V ini banyak persoalan yang
sesungguhnya perlu dicermati dan dikritisi, semenjak dari “Temu Budaya
Daerah”, “Temu Regional”, “Pra-Kongres”, hingga “KK-V“.
Ringkasan lain tentang Catatan Kritis Kongres Kebudayaan V