Tanggal 6 Juni 2012 nanti, Prodigy akan meluncurkan CBT Mercury Red bersamaan dengan gelaran Festival Komputer Indonesia. Sebagai game dengan genre baru (MMO FUSION), Mercury Red
menjadi salah satu game yang sangat ditunggu kehadirannya. Menanggapi
antusiasme peluncurannya di Indonesia, Plutogames, selaku developer game
Mercury Red ternyata tidak main-main dengan mengirim langsung, Jin San
Kim, CEO Plutogames dan Jong Chul Jang, Project Manager, ke Indonesia!
Klikgame
beruntung karena mendapatkan kesempatan secara ekslusive untuk
mewawancara dengan tokoh utama dari Plutogames bersama dengan Jae,
division manager ChoiRock dan Younhee Jung, Publishing Manager Choirock,
publisher Mercury Red di Korea.
(Kiri ke kanan Jin San Kim, Younhee Jung, Jae, Jong Chul Jang)
Hal pertama yang membuat penasaran klikgame adalah penunjukan Indonesia nantinya sebagai tempat kedua peluncuran Mercury Red,
setelah Korea. Dalam bahasa inggris, Younghee Jung meneruskan jawaban
dari Mr. Kim dan Mr. Jang (karena mereka hanya bisa berbahasa Korea T_T)
Indonesia adalah pasar yang besar. Walaupun secara infrastuktur
(gaming) masih lemah dibandingkan dengan negara asia lain, dengan
populasi penduduk yang tinggi, Indonesia memiliki potensi yang tinggi
untuk dunia gaming. Banyaknya internet-cafe (warnet) khususnya di
Jakarta dan sebagian besar yang bermain adalah anak muda, menjadi alasan
juga mengenai potensi besar yang dimiliki Indonesia di dunia gaming.
Lalu mengenai Mercury Red di Korea dan potensinya di Indonesia, dimana Mercury Red
dasarnya mengusung tema FPS. Melihat game-game FPS lain seperti
PointBlank, SuddenAttack atau CS, akan banyak gamers yang merasa jenuh
dengan tema militer dalam FPS. Karena itu Mercury Red
hadir mengusung FPS dengan style kartun yang unik dan tidak mengusung
tema karakter militer yang sudah diusung oleh FPS lainnya. Di Korea,
gamers menyambut dengan antusias dan senang dengan "keunikan" yang ada
di Mercury Red
secara grafik, sound, class character, dan adanya NPC di dalam game.
Untuk di Indonesia sendiri, Mr. Jung optimis game ini akan sukses karena
salah satu latar di Mercury Red
ada latar budaya (kultur) Asia. Selain itu, seperti dikatakan
sebelumnya, orang sudah mulai jenuh dengan FPS yang mengangkat tema
militer.
(Jay Wilson)
Diakhir pertemuan bahkan Younhee Jung menambahkan bahwa dalam G Star
(Festival game terbesar di Korea) tahun lalu saat peluncuran pertama di
Korea, Jay Wilson, game director Diablo III mengatakan Mercury Red
sebagai game yang unik, ketika ditanya mengenai game yang menarik saat
pergelaran G Star tahun lalu yang dihadiri. Well, seorang Director
sampai "segitunya" menilai Mercury Red!
Wah, daripada hanya menerka-nerka, lebih baik persiapkan diri kalian
dan ingat, hadir 6 Juni 2012 di JCC saat pergelaran FKI 2012.