Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Gadget & Gizmo>Jenis-jenis Baterai Ponsel

Jenis-jenis Baterai Ponsel

oleh: vio_tatsuya    
ª
 
Baterai ibarat sumber kehidupan pada sebuah ponsel. Bila baterai habis, ponsel pun tak mau hidup. Jika baterai mengalami kerusakan, ponsel juga akan sakit-sakitan. Meski komponen ini sering terlupakan, namun keberadaannya mutlak dibutuhkan.

Berikut adalah jenis-jenis baterai ponsel:

1. NiCd (Nickel Cadmium)
Baterai jenis ini merupakan baterai generasi pertama. Berkapasitas besar, baterai ini cocok untuk ponsel lama yang bertenaga besar. Sesuai dengan ukuran dan kapasitasnya proses pengisisan dan ulangnya cukup merepotkan. Misalnya, pengisian ulang harus dilakukan pada saat dayanya benar-benar habis. Karena baterai NiCd memiliki memory effect, semakin lama kapasitasnya akan menurun jika pengisiannya belum kosong benar.

2. NiMH (Nickel Metal Hydride)
Generasi selanjutnya adalah NiMh. Baterai isi ulang ini masih memiliki memory effect, namun hanya bersifat sementara. Jadi lebih fleksibel ketimbang jenis NiCd. Untuk pengisian ulang tak perlu mengunggu benar-benar habis, namun dengan konsekuensi akan terasa cepat habis. Namun hal ini hanya berlangsung sementara, saat habis isi kembali dan kemampuannya akan normal lagi.

3. Li-Ion (Lithium Ion)
Baterai jenis ini tidak memiliki memory effect. Jadi kita bisa mengisi ul;ang tanpa menunggu baterai habis. Baterai Li-Ion memiliki "Life cycke" (siklus hidup) yang lebih pendek. Bahkan apabila dicas berlebihan baterai Lithium Ion akan menurun kemampuannya ketimbang Nicd dan NiMH.

4. Li-Po (Lithium Polymer)
Generasi paling baru dalam jenis baterai ponsel. Ramah lingkungan, keunggulan di atas baterai Li-Ion, perawatannya tak jauh beda denagn Li-Ion. Namun, penangannya harus ekstra hati-hati, mengingat sifatnya yang "liquid", dengan tekanan yang cukup keras bisa menyebabkan bentuk baterai berubah. Kelemahan Li-Po justru mengharuskan kita mengisi ulang baterai jangan sampai menunggu ponsel mati dengan sendirinya atau ketika ponsel memberikan peringatan baterai lemah. Jika tidak, ponsel akan susah untuk dihidupkan karena baterai belum pulih sepenuhnya.

Semoga bermanfaat!!

Diterbitkan di: 13 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apasajakah jenis jenis baterai kering??? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.