Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Kamera>Dasar-dasar Kamera SLR

Dasar-dasar Kamera SLR

oleh: garengpung     Pengarang : nn
ª
 
  • Kamera SLR adalah kamera yang sistemnya memungkinkan fotografer dapat melihat objek yang sama dengan hasil foto melalui viewfinder, berbeda dengan kamera non-SLR, dimana yang terlihat di viewfinder berbeda dengan yang ditangkap di film.

    Kamera single-lens reflex (SLR) adalah kamera yang sistemnya memungkinkan bagi fotografer untuk dapat melihat objek (sama persis dengan hasil foto) melalui viewfinder. Sistem ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder berbeda dengan apa yang ditangkap di film. Hal ini terjadi karena kamera SLR menggunakan satu lensa sedangkan non-SLR menggunakan jajaran lensa ganda untuk melewatkan berkas cahaya ke Viewfinder dan Focal Plane. Pada dasarnya, cara kerja dan komponen kamera SLR dan DSLR adalah sama. Yang membedakan adalah penggunaan film. Kamera SLR menggunakan film sebagai medium penangkap, sedangkan kamera DSLR tidak lagi menggunakan film. Sebagi gantinya, kamera DSLR menggunakan CCD atau CMOS.

    Bagian-bagian kamera SLR beserta fungsinya yang harus Anda kenali adalah:

    1. Viewfinder (jendela pembidik); pada SLR fitur ini memungkinkan fotografer untuk melihat subjek melalui lensa, sehingga fotografer dapat melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa.
    2. Lensa; berfungsi memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Terdapat beberapa jenis lensa, yakni: lensa standar, lensa sudut-lebar (wide angle lens), lensa fish eye, lensa tele, lensa zoom, dan lensa makro.
    3. Fokus; suatu bagian yang berfungsi mengatur jarak ketajaman lensa, sehingga gambar yang dihasilkan tidak berbayang.
    4. Kecepatan rana (shutter speed); pada waktu tombol untuk memotret ditekan, terjadi pembukaan lensa sehingga cahaya masuk dan mengenai film. Pekerjaan shutter adalah membuka dan kemudian secara otomatis menutup kembali. Kecepatan shutter pada saat membuka dan menutup kembali itulah yang disebut kecepatan rana. Jika berkecepatan 1/100, maka shutter akan membuka selama 1/100 detik.
    5. Diafragma (aperture / bukaan); berfungsi untuk mengatur jumlah volume cahaya yang masuk. Alat ini biasanya terletak di belakang lensa, terdiri atas 5-8 lempengan logam yang tersusun dan dapat membuka lebih lebar atau lebih sempit. Penulisan angka diafragma biasanya adalah f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16, dst. Semakin kecil angka diafragma, maka bukaan yang dihasilkan akan semakin lebar sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.
    6. Depth of field; yakni jumlah jarak antara subjek yang paling dekat dan yang paling jauh yang dapat muncul di fokus tajam sebuah foto. Fungsi depth of field adalah untuk mengaburkan latar belakang jika latar tersebut tidak sesuai dengan subjeknya.
    7. Pencahayaan (exposure); intensitas cahaya yang diperbolehkan masuk dan mengenai film. Exposure diukur oleh alat yang disebut light-meter.
  • Diterbitkan di: 05 April, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .