Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Kamera>Cara Penyimpanan Kamera DSLR

Cara Penyimpanan Kamera DSLR

oleh: wanenoor     Pengarang : insan tehnik
ª
 
Cara Penyimpanan
a. Jangan menyimpan kamera disuatu tempat (bisa lemari, kotak, atau tempat tertutup lainya) dengan dilengkapi dengan lampu pijar. Lampu pijar mempunyai sifat memancarkan panas, selain cahaya, yang dapat menyebabkan peningkatan suhu ruang dan dapat berakibat sistem kedap cahaya yang ada dikamera, seperti seal karet, beludru, dll. bisa terpengaruh seperti mengkerut, longgar atau bahkan rusak. Akibatnya tentu sensor-sensor cahaya yang tersedia baik dikamera maupun di lensa tidak dapat berfungsi dengan baik atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan karena ada tambahan cahaya yang tidak diundang masuk melalui celah-celah yang rusak tadi.
b. Jangan menyimpan kamera bercampur dengan pakaian. Pada umumnya lemari pakaian atau tempat penyimpanan pakaian cenderung lembab dan ditaruh kapur barus. Uap kapur barus dapat merusak lensa kamera.
c. Jika memungkinkan, simpan kamera pada ruang yang ber-AC. Ruangan ber-AC terkondisikan mempunyai kelembaban yang kurang dari ruangan tanpa AC.
d. Gunakan tempat/wadah/container yang terbuat dari bahan plastik atau polymer yang dapat tertutup rapat seperti wadah /container produksi tupperware, lion star dan lain-lain, disesuaikan kebutuhan ruang simpan dan ketersediaan dana.
e. Yang perlu diperhatikan adalah check kemampuan penutupan wadah dan kemudian buka tutupnya. Wadah ini diupayakan mempunyai tingkat kebocoran serendah mungkin atau tingkat kedap udara yang setinggi mungkin.
f. Masukan silica gel dalam wadah tersebut. Silica gel berfungsi menyerap kandungan air dalam udara atau kelembaban udara dalam wadah penyimpanan kamera. Silica gel dapat dibeli literan atau eceran atau kantongan pada toko benda kimia atau apotik semisal Kimia Farma. Indikator silica aktif adalah berwarna biru atau warna merah muda jenuh. Tempatkan silica gel ini pada wadah kecil, bisa berupa wadah film kamera, atau wadah kecil lainya, biarkan terbuka (jangan ditutup) atau jika takut tumpah wadah kecil ini dapat ditutup tetap diberi lubang-lubang kecil yang bisa dibuat dengan menusukan jarum pada wadah kecil ini. Yang penting wadah penyimpanan silica gel dapat kontak langsung dengan udara dalam wadah penyimpanan kamera, sehingga kelembaban udara dapat diserap.
Indikator silica gel sudah jenuh (tidak berfungsi lagi) jika terjadi perubahan warna dari warna semula, misalnya jika awalnya berwarna biru atau merah muda jenuh kemudian sudah berubah menjadi biru atau merah muda pudar (kondisi normal batas aktifnya sekitar 2 bulan). Jika sudah demikian maka ganti dengan silica gel yang baru.
Jika mau berhemat, silica gel yang sudah jenuh dapat dipergunakan kembali dengan cara memanggang silica gel diatas kompor sebelum dipakai lagi. Dengan pemanggangan maka air yang terjebak dapat dipaksa keluar menguap. Tanda/indikator silica gel telah dapat dipergunakan kembali (aktif) jika warna kembali berubah (biru gelap/biru jenuh). Tunggu sampai dingin dan masukan kembali pada tempatnya semula. Media untuk memanggang bisa dari loyang untuk membuat roti.
Proses ini dapat diulangi beberapa kali tanpa mengurangi kemampuan menyerap air di udara.
Diterbitkan di: 20 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    menyimpan kamera dslr dan lensa di lemari yang terbuat dari kaca dan almunium apakah aman....kamar saya di pasangi AC dan di dalam lemari saya beri silica gel....mohon masukan, terima kasih Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kalau pakai tupperware bagaimana, kemudian disimpan di lemari ! Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.