Macam – macam sistem pengapian sepeda motor dan rangkaiannya.
Sistem pengapian adalah bagian dari sistem yang menghidupkan motor dengan memercikkan bunga api di dalam ruang bakar (kompresi) silinder motor. Sistem pengapian sepeda motor dapat digolongkan menjadi :
a. Berdasarkan sumber tegangan ( catu daya )
1) Pengapian baterai.
2) Pengapian magnet
b. Berdasarkan sistem rangkaian kelistrikan.
1) Sistem pengapian konvensional dengan platina.
2) Sistem pengapian elektronik dengan menggunakan CDI (Condensator Discharge Ignition)
1). Pengapian baterai dengan platina.
Sistem pengapian ini kebanyakan dipakai pada sepeda motor Honda Type CB 70, S 90 dan C 70. Kinerja / kemampuan sistem pengapian baterai dengan platina ini sangat dipengaruhi oleh kerja dari sistem pengisian dan kondisi baterai.
Apabila system pengisian dan kondisi baterai bekerja tidak maksimal maka sistem pengapian akan menjadi lemah bahkan mesin tidak dapat hidup.
Dari kekurangan tersebut diatas maka sistem pengapian baterai dengan platina tidak lagi digunakan tetapi sekarang dilengkapi dengan unit pengapian elektronik.
Cara kerja sistem pengapian baterai dengan platina sebagai berikut
Saat kunci kontak ON maka arus listrik dari baterai akan mengalir ke terminal positip (+ / 15) koil --- ke kumparan primer koil --- terminal negatip (- / 1) koil ke -----kontak pemutus ---- ke massa (kontak pemutus selalu dalam keadaan menutup jika mesin mati, sebab adanya gerakan balik dari piston sewaktu mesin dimatikan). Dalam keadaan demikian terjadi aliran tertutup sehingga kumparan primer menjadikan magnet inti kumparan.
Sewaktu poros engkol diputar maka poros nok akan membuka kontak pemutus (platina) yang menyebabkan aliran arus pada kumparan primer terputus sehingga kemagnetan pada inti kumparan menjadi nol. Dengan adanya perubahan pada inti kumparan dari ada medan magnet menjadi tidak ada medan magnet secara tiba – tiba akan menyebabkan induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder yang kemudian diteruskan ke busi untuk memercikkan bunga api.
Kondensator berfungsi untuk mempercepat proses hilangnya kemagnetan pada inti kumparan dengan menyimpan tegangan induksi diri dari kumparan primer sehingga mencegah loncatan bunga api pada platina.