Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Otomotif>Memperbaiki Komponen/ Sistem Bahan Bakar Bensin

Memperbaiki Komponen/ Sistem Bahan Bakar Bensin

oleh: pejuangkerja    
ª
 
Memperbaiki Komponen/ Sistem Bahan Bakar Bensin

a. Spuyer
Cucilah spuyer bersih – bersih. Bersihkan lobang tempat spuyer, dan bersihkan setiap lobang dengan mengarahkan udara tekan ke dalamnya sehingga kotoran yang ada hilang.

Spuyer rendah yang mampat biasanya menyebabkan kecepatan stationer (langsam) yang tidak menentu. Kerja mesin yang tidak beres pada kecepatan menengah dan tinggi sewaktu menambah kecepatan seringkali disebabkan oleh spuyer uatama pada lobang udara utama yang mampat tau gangguan lobang pada body karburator.

b. Klep Jarum
Ujung kerucut klep jarum dapat menjadi aus disebabkan karena ujung ini masuk dan keluar dudukan dalam operasi normalnya. Bila klep ini dalam keadaan menutup ujungnya ditekan pada dudukan oleh pelampung.
Periksalah ujung kerucut apakah ada tanda macet. Bila perlu buka dudukan dan bersihkan. Jarum yang aus seperti pada gambar 4.4 harus diganti. Ingatlah bahwa jarum yang macet atau dudukannya kurang baik biasanya menyebabkan banjir bahan bakar.

c. Klep Choke
Periksalah apakah tombol sudah ditarik semua arah, sumbu klep choke pada karburator akan berputar dan sewaktu tombol ditarik umbu itu akan memutar kembali ke posisi sebenarnya.

d. Kabel Gas dan Choke
Periksalah apakah kabel ini rusak atau aus dan apakah sambungan kabel baik, jangan ragu – ragu mengganti kabel atau bagian lain yang sudah rusak.
Sewaktu memasang kabel kencangkanlah sambungan itu dengan kuat dan baik.

e. Slang Bahan Bakar
Periksalah apakah slang itu retak atau ada tanda akan putus dan ganti bila perlu.
Periksa pula kebocoran slang. Jagalah slang agar tidak bocor dan sambungannya mengedap udara.

f. Tutup Tangki Bahan Bakar
Tutup ini dilengkapi dengan paking karet. Periksalah apakah paking ini dalam keadaan baik, pemasangannya baik dan tidak bocor.
g. Penyetelan Tingkat Bahan Bakar

Untuk mengetahui apakah tingkat bahan bakar terpelihara dengan baik, tinggi pelampung harus diukur sesuai dengan prosedur berikut ini.
1). Buka tutup ruang pelampung atas dari body karburator
2). Balikkan tutupnya
3). Buka gaskert dari tutup atas

Bila ukurannya seperti spesifikasi di bawah ini, maka tingkat bahan bakar dalam keadaan yang memuaskan.

Tinggi bahan bakar spesifikasi “H” 44.5 – 46.5 mm
( 1.752 – 1.830 in )

Setelah tingkat bahan bakar harus disertai permukaannya terlalu tinggi atau terlalu rendah. Cara menyetelnya adalah sebagai berikut pelampung dari tutup ruang pelampung ialah lidahnya ke atas dan ke bawah. Lidah adalah bagian yang bersentuhan dengan jarum.

h. Campuran kecepatan stationer
Perhatikan !
Memerlukan alat ukur R.P.M ( tanchometer) luar.
1). Sebagai langkah pendahuluan periksa untuk meyakinkan bahwa :
• Suhu cairan pendingin sekitar 820 C
• Klep choke dalam keadaan posisi terbuka penuh
• Semua perlengkapan ( wiper, alat pemanas,lampu – lampu dll) dalam keadaan baik.
• Timing pengapian sesuai yang ditentukan
• Saringan udara telah dipasang dengan baik dan keadaannya pun baik.

Setelah kecepatan stationer dan campuran stationer sesuai dengan prosedur berikut ini :
1. Setelah kecepatan stationer ( langsam) hingga 880 putaran / menit ( rpm ) dengan memasang posisi ( memutar) sekrup penyetel kecepatan stationer.
2. Dengan mesin berkecepatan stationer pada 880 putaran / menit ( rpm), putarlah sekrup kecepatan campuran stationer (2) ke arah kanaanatau kiri setelah hingga kecepatan mesin tertinggi diperoleh.( Ini adalah posisi stationer yang paling tepat).
3. Lakukan prosedur 1 dan 2 tersebut di atas sekali lagi dan kemudian setel kembali kecepatan stationer hingga 880 putaran / menit ( rpm) dengan sekrup setelan kecepatan stationer 1.
4. Bila pekerjaan itu telah dilakukan sedemikian rupa, maka setelah kembali kecepatan mesin stationer seperti spesifikasi di bawah ini dengan memutar sekrup kecepatan stationer (2) perlahan – lahan ke kanan.

Semua mobil model ini diproduksi sekarang dan dikirimkan dari pabrik setelah CO % disetel terlebih dahulu sebagai berikut ini :

Campuran kecepatan stationer mesin Co% 1.5 ± 0.5
Kecepatan stationer mesin r/ min ( rpm) 840- 850

Di negara yang memiliki undang – undang yang mengharuskan gas cerobong (CO%) sekrup kecepatan campuran stationer harus diperiksa setelahnya dengan teliti agar tester cerobong gas memberikan penunjukan CO% engan nilai seperti tersebut di atas.

i. Saringan Udara

Pada kotak saringan udara, elemen saringan udara jenis kering tersedia untuk menyaring kotoran debu pada udara yang masuk ke dalam ruang bakar mesin.
Elemen yang sudah rusak harus diganti dengan elemen baru, sebab hal ini menyebabkan mudahnya debu masuk ke dalam mesin. Debu – debu akan menyebabkan aus pada bagian – bagian dalam mesin dan menyebabkan berkurangnya tenaga mesin.
Dan elemen harus dibersihkan secara berkala. Elemen yang berdebu dan kotor menyebabkan berkurangnya tenaga mesin dan semakin membesarnya konsumsi bahan bakar. Elemen yang terlampau kotor dan yang sudah tidak dapat menyerap debu meskipun sudah dicuci harus diganti dengan yang baru.
Diterbitkan di: 05 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.