Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Produk>Otomotif>Cara Kerja Sistem Pendingin

Cara Kerja Sistem Pendingin

oleh: pejuangkerja    
ª
 
Cara Kerja Sistem Pendingin
Pengenalan Komponen Mesin dengan Pendinginan Udara
Sirip pendingin
Sirip pendingin digunakan untuk memperbesar luas permukan pendingin yang berfungsi untuk menyalurkan panas dari silinder mesin.
Pengarah udara
Pengarah udara (air shroud) dan cowling memiliki bentuk yang menutupi mesin untuk mengarahkan udara agar mengalir melalui sirip pendingin silinder dan silinder kepala.

Dengan titik didih cairan pendingin yang normal, yaitu pada kondisi tekanan udara 101,1 kpa maka berarti margin antara temperatur kerja dan titik didih hanyalah sebesar 10oC sampai 18oC. Pada kondisi seperti ini kendaraan akan mengalami panas berlebih jika bekerja keras pada cuaca yang panas. Meningkatkan titik didih cairan pendingin hingga 120oC pada tekanan tutup radiator dengan katup tekanan sebesar 90 kpa di atas tekanan normal atmosfer (191,1 kpa) akan meningkatkan margin keamanan sebesar 30 oC sampai 38 oC yang cukup memadai untuk segala kondisi jika mesin bekerja.
Tutup Radiator dengan Katup Tekanan
Sebagaimana dibahas dalam buku May and Crouse Jilid 1, fungsi utama tutup radiator dengan katup tekanan adalah meningkatkan titik didih cairan pendingin dengan cara mengontrol tekanan yang terjadi di dalam sistem pendingin. Selain itu tutup radiator dengan katup tekanan juga berfungsi meningkatkan efisiensi pompa air dan mengurangi efek kantong uap atau lapisan uap pada sistem pendingin.
Dengan meningkatkan tekanan cairan pendingin dalam sistem pendingin maka tutup radiator dengan katup tekanan meningkatkan efisiensi pompa air, karena adanya suplai cairan pendingin yang bertekanan konstan pada masukan pompa. Hal ini akan mengurangi kebutuhan pompa menyedot cairan pendingin dari radiator sehingga membantu dalam permasalahan kekurangan cairan pendingin atau cairan pendingin yang tidak digunakan.
Kantung udara atau kantung uap dalam mantel air sistem pendingin merupakan hal yang berbahaya bagi efisiensi pendinginan mesin. Uap dan udara bukan merupakan konduktor yang efektif bagi panas mesin dibandingkan cairan seperti misalnya cairan pendingin mesin. Kantung udara dan uap yang terjebak dalam sistem mengakibatkan kurang lancarnya aliran cairan pendingin dan kadang-kadang panas berlebih pada mesin.

Gambar 13 Dua macam Welsh plug, tipe gelas dan tipe piringan

Welsh Plug
Welsh plug atau core plug dipasang pada blok mesin dan kepala silinder untuk dua tujuan. Lubang yang terdapat pada welsh plug sebenarnya digunakan untuk membuang pasir pengecoran dari blok/kepala mantel air sesudah dicor. Kemudian welsh plug dipasang pada lubang-lubang tersebut menjadi penyekat eksternal bagi mantel air. Selain itu welsh plug juga berfungsi sebagai perlindungan bagi mesin terhadap cuaca yang sangat dingin. Air yang membeku akan memuai, sehingga jika cairan pendingin yang ada di dalam blok mesin membeku akan dapat mengakibatkan blok pecah oleh pemuaian es. Welsh plug didesain agar terdesak keluar dari blok oleh es yang memuai sehingga mengurangi tekanan dan mencegah terjadinya kerusakan karena pecah.

Diterbitkan di: 26 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.